DPUPR Purbalingga Siapkan 5-8 Paket Prioritas Infrastruktur Strategis Hadapi Lebaran 2026
January 08, 2026 01:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tengah mengebut persiapan sejumlah proyek infrastruktur strategis agar bisa dikerjakan dan selesai sebelum Lebaran 2026. 

Sedikitnya 5-8 paket pekerjaan direncanakan menjadi prioritas awal, dengan target pelaksanaan konstruksi dimulai sejak Februari hingga paling lambat pertengahan Maret 2026, atau sekitar sebulan sebelum Hari Raya Idul Fitri. 

Kepala DPUPR Purbalingga, Drajat Uji Wahyono mengatakan, paket-paket tersebut sengaja didahulukan untuk menghindari larangan pekerjaan proyek mendekati lebaran, sekaligus memastikan kelancaran arus dan aktivitas masyarakat. 

"Target saya, 5-8 paket ini bisa dipilih dan dilaksanakan konstruksinya sebelum lebaran. Sepanjang tidak ada perubahan regulasi, dan syaratnya tidak berubah, saya optimis semua bisa selesai sebelum lebaran," ujarnya saat dijumpai Tribunbanyumas.com, Kamis (8/1/2026). 

Adapun, sejumlah ruas jalan kota yang masuk prioritas pengerjaan tahap awal diantaranya ialah, Jalan MT Haryono, Sudirman Timur, S Parman, Tandean dan ruas Padamara - Kedungwuluh. 

Baca juga: Pemprov Jateng – Lampung Teken 11 Kerja Sama Berbagai Bidang, NIlainya Capai Rp 832,3 M Pertahun

Selain itu, DPUPR juga mengatakan membuka peluang penambahan paket-paket kecil lain, yang memungkinkan dikerjakan dalam waktu singkat sebelum lebaran. 

"Harapan kami, semua paket prioritas ini bisa selesai sebelum lebaran. Kalau ada pekerjaan kecil-kecil yang memang mungkin ditambahkan, akan kita kejar juga," katanya. 

Drajat mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus pada tahap awal, yakni perencanaan dan pemilihan konsultan. Proses tersebut pun mulai berjalan setelah paket-paket prioritas diumumkan. 

"Mulai hari ini, kami proses pemilihan konsultan. Kalau lancar, sekitar 10 hari kita sudah bisa dapat konsultan. Terus nanti bisa bekerja sampai awal Februari," jelasnya. 

Februari Bisa Dimulai

Ia melanjutkan, pada Minggu kedua Februari 2026 diharapkan calon pelaksana pekerjaan sudah bisa didapatkan, sehingga kontraktor dapat mulai bekerja sejak Februari hingga pertengahan Maret 2026. 

"Paling lambat, kontraktor bekerja itu di Februari sampai 15 Maret. Karena kan lebaran itu sekitar 19 atau 20 Maret, jadi ini tahap awal yang benar-benar kami fokuskan," ujarnya. 

Sementara itu, untuk mekanisme pengadaan sendiri pihaknya menyatakan akan disesuaikan dengan jenis pekerjaan. Untuk pekerjaan jalan, pihaknya mengatakan akan menggunakan e-purchasing melalaui e-katalog karena dinilai lebih cepat dan efektif. 

Baca juga: Pemprov Jateng Siapkan Ratusan Armada untuk Program Mudik Gratis Lebaran 2026! Buruan Daftar

"Kalau jalan, kita tetap pakai e-katalog karena lebih cepat. Apalagi seperti di Jalan Sudirman, pekerjaannya hanya hampar aspal, tidak ada yang lain. Kalau lancar dan dua produsen bisa bekerja bersamaan, dua Minggu bisa selesai," tuturnya. 

Kebutuhan Tunggu Perencanaan

Sedangkan terkait kebutuhan teknis, seperti volume hotmix atau kebutuhan aspal, Drajat menyebut data terbaru baru akan muncul setelah proses perencanaan selesai. 

"Sekarang kami masih fokus perencanaan dulu. Terkait detail kebutuhan seperti apa, mungkin berapa kilo aspal, hotmix dan yang lain baru bisa muncul di awal Februari," katanya. 

Lebih lanjut, selain proyek jalan DPUPR juga akan memprioritaskan pembangunan dua jembatan yang selama ini tertunda, yakni Jembatan Kalibugel di Desa Toyareja dan jembatan di belakang Perumahan Bojanegara. 

"Dua jembatan ini sudah lama direncanakan, terlebih di Bojanegara. Itu sudah lama direncanakan tapi belum jadi, sehingga tahun ini masuk prioritas," pungkasnya. (anr)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.