TRIBUNNEWS.COM - Keadaan Manchester United saat ini masih berada di periode transisi setelah memecat pelatih mereka sebelumnya, Ruben Amorim.
Petinggi Setan Merah sebenarnya sudah menunjuk pelatih sementara atau interim untuk menangani Bruno Fernandes dan kawan-kawan.
Namun sebagaimana umumnya, pelatih sementara jarang mendapatkan kontrak permanen di klub yang ditangani.
Pihak klub kemungkinan besar tetap mencari sosok pelatih permanen yang akan didatangkan cepat atau lambat.
Manchester United sepertinya condong ke opsi tersebut.
Baca juga: Didepak Manchester United, Ruben Amorim Langsung Jadi Kandidat Pelatih 2 Klub Liga Inggris
Mereka masih menggodok nama pelatih yang akan diangkat sebagai orang kepercayaan baru, kemungkinan pada musim panas mendatang.
Ada beberapa nama pelatih yang disebut-sebut berpotensi mengisi jabatan tersebut.
Di antara nama itu, terselip sebuah harapan kecil petinggi MU ke arah kota London.
Mereka melirik ke klub papan tengah yang sedang naik daun dalam beberapa waktu ke belakang, Crystal Palace.
Salah satu penyebab meningkatnya pamor Crystal Palace datang dari sang pelatih, Oliver Glasner.
Pelatih asal Austria itu mengantarkan tim berjuluk The Eagle meraih piala pertama sejak tim didirikan saat menang di Piala FA tahun lalu.
Tak tanggung-tanggung, tim arahan Glasner mengalahkan Manchester City di babak final itu.
Pihak The Eagle tentu saja terbuka untuk meneruskan kerja sama dengan Glasner lebih lama lagi.
Namun harapan itu tak kunjung bersambut dari sang pelatih.
Ia belum tanda tangan di kontrak baru yang kabarnya sudah disodorkan Palace sejak jauh hari.
Pelatih yang pernah juara Liga Eropa bersama Frankfurt ini berdalih jadwal padat timnya menjadi penyebab.
Ia tak punya waktu memikirkan hal di luar lapangan pada periode bulan Desember.
Pasalnya Crystal Palace menjalani 8 pertandingan di semua ajang pada akhir tahun lalu.
Namun ia sempat memberikan janjinya soal tanda tangan kontrak baru.
"Ketika jadwal padat ini sudah terlewat, kami akan menggencarkan pembicaraan kontrak dan saya berharap bisa menemukan keputusan final," ujar Glasner dikutip dari Mirror.
Ungkapan Glasner itu ternyata tak memberikan ketenangan lantaran masih ada imbuhan yang ia berikan.
Andai dirinya tanda tangan kontrak baru, itu tak menjamin ia akan bertahan di Crystal Palace dalam waktu lama.
Ia berdalih sepak bola modern membuat segala hal menjadi mungkin, termasuk durasi kontrak yang tak lagi relevan.
"Selalu ada spekulasi semenjak saya di sini. Jadi, percayalah dengan saya, saya tidak peduli dengan hal semacam itu," kata Glasner melanjutkan.
"Saya bisa saja tanda tangan kontrak baru sekarajg dan hengkang di akhir musim."
"Itulah mengapa durasi kontrak di masa-masa seperti ini tak menentukan apapun," sambungnya.
Manchester United hanya bisa berharap Glasner tak membubuhkan tanda tangannya di kontrak baru tersebut.
Hal itu akan membuat pencarian MU soal pelatih baru menjadi lebih mudah.
Pasalnya kontrak Glasner akan habis pada 30 Juni 2026 mendatang.
Artinya, MU bisa mendatangkan Glasner secara cuma-cuma dengan kontraknya yang habis di akhir musim.
Itu akan menghemat pengeluaran tim yang baru saja memecat pelatih Ruben Amorim yang punya kompensasi di angka sekitar 10 juta Poundsterling.
(Tribunnews.com/Guruh)