TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Momen akhir tahun membuat transaksi perputaran uang di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara mengalami peningkatan signifikan sepanjang Desember 2025 dibandingkan bulan lainnya.
Dimana khusus pada Desember 2025, total aliran dana masuk (inflows) di Kabupaten Tana Tidung mencapai kisaran Rp 40 miliar hingga Rp 50 miliar dalam satu bulan.
Penyedia Layanan Nasabah Bank KaltimTara Cabang Tideng Pale, Patrobas Imanuel, mengungkapkan kepada TribunKaltara.com saat ditemui di kantornya aktivitas transaksi keuangan tertinggi memang kerap terjadi di akhir tahun khususnya pada bulan Desember.
“Untuk perputaran transaksi uang di Kabupaten Tana Tidung, khusus Desember 2025 inflows-nya bisa di angka Rp 40 miliar sampai Rp 50 miliar. Desember memang selalu menjadi puncak transaksi,” ungkap Patrobas, Kamis (8/1/2026).
Baca juga: KPwBI Kaltara akan Gelar KKB, Targetkan Perputaran Uang Rp 2,5 Miliar, Dimeriahkan Grup Musik RAN
Ia menjelaskan, tingginya transaksi tersebut tidak terlepas dari realisasi anggaran pemerintah yang umumnya terkonsentrasi di akhir tahun.
Kondisi itu turut mendorong besarnya aliran dana keluar (outflow) pada periode yang sama.
“Biasanya anggaran pemerintah banyak dikeluarkan di bulan Desember, sehingga outflow juga jauh lebih besar dibandingkan bulan lainnya,” jelasnya.
Keterbatasan kas yang di miliki Bank KaltimTara Cabang Tideng Pale dibandingkan dengan tingginya aktivitas perputaran uang di Kabupaten tentu menjadi kendala kebutuhan transaksi.
Untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan dana tunai, Bank KaltimTara Cabang Tideng Pale mendapatkan dukungan kas dari kas titipan Bank Indonesia yang berada di Malinau.
Selain itu, koordinasi antarbank di wilayah Tana Tidung juga dilakukan guna menjaga ketersediaan likuiditas.
Baca juga: 20 Hari Irau Malinau Kaltara Catat Perputaran Uang Rp107,8 Miliar, Naik 140 Persen dari 2023
“Kas titipan Bank Indonesia terdekat ada di Malinau. Kemarin Malinau mensupport sekitar Rp 25 miliar, ditambah transaksi antarbank yang dalam satu minggu bisa mencapai Rp 5 miliar, khusus di bulan Desember,” ujar Patrobas.
Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, lonjakan transaksi pada Desember bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat.
Sebagai perbandingan, pada bulan November, penarikan kas umumnya berada di kisaran Rp 10 miliar hingga Rp 15 miliar.
“Kalau November itu jauh lebih rendah, selisihnya cukup besar dibanding Desember,” tambahnya.
Selain akhir tahun, momen Hari Raya Idulfitri juga disebut menjadi periode dengan peningkatan transaksi yang cukup signifikan, seiring dengan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan meningkatnya konsumsi masyarakat.
Menurut Patrobas, perputaran dana tersebut mencakup seluruh sektor, mulai dari transaksi pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Rp 40 miliar itu mencakup semuanya, dari pemerintah sampai UMKM. Pemerintah bayar katering, belanja barang, jasa, itu kan akhirnya juga mengalir ke UMKM, kontraktor, dan perusahaan,” tuturnya.
Ia juga menyebutkan bahwa jika dibandingkan Desember 2024, perputaran uang pada Desember 2025 relatif lebih tinggi.
Salah satu faktornya adalah meningkatnya aktivitas pembangunan daerah yang berdampak langsung pada transaksi perbankan.
“Kalau ada pembangunan daerah dan pemerintah membayar kontraktor atau supplier, itu sangat berpengaruh ke perputaran uang di daerah,” sebutnya.
Sementara itu, awal tahun 2026, Patrobas memperkirakan kondisi transaksi masih relatif landai.
Aktivitas keuangan biasanya belum seramai akhir tahun, mengingat roda kegiatan pemerintahan dan ekonomi masih dalam tahap awal.
“Awal tahun biasanya memang lebih kalem. Tapi kita masih melihat bagaimana kebutuhan transaksi masyarakat dan pemerintah ke depan,” pungkasnya.
(*)
Penulis : Rismayanti