Pengprov Bangka Belitung Hadiri Deklarasi PB Orado, Syahrizal: Cabor Berpotensi Prestasi
January 09, 2026 03:50 PM

JAKARTA, BABEL NEWS - Pengurus Provinsi (Pengprov) Kepulauan Bangka Belitung menghadiri Deklarasi Pengurus Besar (PB) Federasi Organisasi Olahraga Domino Indonesia (Orado) yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (7/1). Kehadiran Pengprov Babel menegaskan dukungan daerah terhadap upaya penataan olahraga domino, secara profesional dan terstruktur menuju pengakuan sebagai olahraga nasional.

Deklarasi PB Orado menjadi tonggak penting dalam membangun tata kelola olahraga domino yang berorientasi pada regulasi, pembinaan atlet, serta penyelenggaraan kompetisi resmi di seluruh daerah.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menilai domino memiliki potensi besar, untuk berkembang sebagai olahraga prestasi apabila dikelola secara serius dan berbasis sistem yang jelas.

"Olahraga domino harus dikelola secara serius, terstruktur, dan profesional. Kehadiran Orado menjadi pondasi penting agar domino tidak lagi dipandang sekadar permainan, tetapi berkembang sebagai olahraga nasional yang menjunjung sportivitas dan prestasi," ujar Erick Tohir dalam sambutannya.

Ketua Pengprov Babel, Syahrizal Fatahillah menyambut positif deklarasi Orado dan menilai pembentukan induk organisasi nasional ini sebagai peluang strategis bagi daerah untuk mengembangkan domino secara lebih terarah.

"Kami di Bangka Belitung melihat domino bukan hanya sebagai permainan tradisional, tetapi juga sebagai cabang olahraga yang memiliki potensi prestasi. Dengan adanya Orado, pembinaan bisa dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan," kata Syahrizal Fatahillah, dalam rilis yang diterima Bangkapos.com, Kamis (8/1).

Menurutnya, Bangka Belitung siap berperan aktif dalam agenda Orado, khususnya dalam pembinaan atlet dan penguatan organisasi di tingkat daerah. "Bangka Belitung berkomitmen untuk membangun ekosistem domino yang sehat melalui pembentukan klub, peningkatan perangkat pertandingan, serta penyelenggaraan turnamen yang menjunjung sportivitas," jelas Syahrizal Fatahillah.

Dalam deklarasi tersebut, Pengprov Bangka Belitung hadir lengkap dengan jajaran pengurus, yakni Sekretaris Muhammad Iqbal, Bendahara Martin Adrian, Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Kota Pangkalpinang Rudi Syahwani, Ketua Pengcab Kabupaten Bangka Muhammad Ridho Rezaldy, Ketua Pengcab Kabupaten Bangka Selatan Joko Desiar, serta perangkat pertandingan Ari Juliansyah.

Sebelum terbentuknya Orado, komunitas dan perkumpulan domino di Indonesia tersebar di 32 provinsi dan belum terhimpun dalam satu organisasi nasional yang solid. Melalui deklarasi ini, seluruh perkumpulan tersebut kini disatukan dalam satu wadah organisasi yang terstruktur dan terkoordinasi secara nasional.

PB Orado juga telah memetakan sistem pembinaan atlet secara merata di seluruh Indonesia. Saat ini, Orado memiliki 38 Pengurus Provinsi (Pengprov) serta sekitar 300 Pengurus Cabang (Pengcab) tingkat kabupaten/kota yang bertugas menjalankan kebijakan dan arahan pengurus pusat.

Ketua Umum PB Orado, Yooky Tjahrial mengatakan, dengan struktur tersebut, potensi atlet domino dari berbagai daerah diharapkan dapat terpantau dan dibina secara optimal. "Deklarasi Nasional dan Rakernas I ini menjadi langkah awal Orado untuk menata olahraga domino secara profesional. Melalui kampanye #DominoNaikKelas, kami ingin mengangkat domino sebagai olahraga nasional sekaligus menjaring atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," ujar Yooky.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Orado juga menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I untuk mematangkan program kerja jangka pendek dan jangka panjang. Salah satu agenda strategis yang disiapkan adalah, rencana penyelenggaraan kejuaraan domino terbesar se-Indonesia dalam waktu dekat.

"Kejuaraan skala nasional akan kami gelar tahun ini. Mekanismenya masih dimatangkan, bisa dimulai dari tingkat daerah sebelum mempertemukan perwakilan daerah di tingkat nasional," jelas Yooky.

Dengan terbentuknya Orado sebagai induk organisasi resmi, domino diharapkan memiliki standar kompetisi dan pembinaan yang jelas, sekaligus membuka ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi dari berbagai daerah, termasuk Bangka Belitung, serta memperkuat posisi domino sebagai olahraga nasional. (*/riz)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.