TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Upaya penyelesaian ganti rugi kerusakan bangunan dapur warga RT 17 Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang tertabrak kapal ponton batubara pada Minggu (4/1/2026) lalu kini tengah diupayakan.
Anak pemilik rumah yang tertabrak kapal ponton batubara, Lukman Dwi Handoko (32) kepada Tribunkaltim.co, mengonfirmasi bahwa rincian kerugian telah resmi diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.
Sebagai perwakilan dari keluarga korban, mengungkapkan rincian biaya ganti rugi telah disusun bersama pengurus RT setempat dan diserahkan ke pihak Polairud Polresta Samarinda.
Meski tidak berkenan menyebutkan nominal pasti secara mendetail angka kerugian, dokumen tersebut menjadi dasar tuntutan kepada pihak perusahaan atas kerusakan yang terjadi.
“Rinciannya kemarin sudah saya setor ke Polairud, kemarin yang bikin bapak sama RT. Kalau besarannya tidak usah sebut ya,” ungkapnya, Kamis (8/1/2026).
Baca juga: Kesaksian Detik-Detik Tongkang Hantam Jembatan Mahulu, Jeritan Warga Bantaran Sungai Mahakam
Terkait langkah selanjutnya, pihak keluarga kini tengah menunggu jadwal mediasi lanjutan yang akan difasilitasi oleh Polairud dengan pihak perusahaan.
Pertemuan tersebut diharapkan Lukman, menjadi titik temu antara keluarga korban dengan pihak perusahaan yang bertanggung jawab atas insiden tertabraknya dapur oleh kapal tongkang ini.
“Nanti dikabarin kalau ada mediasi lagi (dalam waktu dekat) ya,” imbuhnya.
Kondisi Keluarga Korban
Meski bagian dapur mengalami kerusakan parah, Lukman memastikan kondisi orang tuanya dalam keadaan sehat dan tidak mengalami syok berat.
Saat ini, keluarga masih menempati rumah tersebut untuk beristirahat, namun harus menumpang di rumah kerabat untuk keperluan sanitasi karena fasilitas di rumah rusak.
Baca juga: Kondisi Jembatan Mahulu Usai Ditabrak Tongkang 2 Kali, Dinas PUPR Ingatkan Risiko tanpa Fender
Lukman mengaku masih tinggal di rumah yang sama, meski area dapur memang tidak ada.
“Kalau untuk keperluan ke kamar mandi ada tempat kakak keluarga orang tua. Alhamdulillah orang tua sehat sampai sekarang. Kalau tidur masih di rumah yang sama,” tegasnya.
Pihak keluarga berharap proses mediasi dapat segera berjalan lancar sehingga kompensasi dapat segera diterima untuk memperbaiki kerusakan yang ada.
“Ya berharapnya segera ada ganti rugi. Itu saja,” tandas Lukman.
Baca juga: Buntut Tabrak Jembatan Mahulu Samarinda, Pemilik Kapal Keluarkan Ganti Rugi Rp30 Miliar Lebih
Diketahui, belum genap sebulan tepatnya pada 23 Desember 2025 lalu jembatan yang dibangun dengan dana APBD Kaltim ini ditabrak juga oleh kapal tongkang batu bara.
Insiden kali ini tak hanya jembatan yang terkena benturan tongkang, rumah warga pun ikut terkena dampak.
Lokasi rumah sendiri terletak di 500 meter dari Jembatan Mahulu, tepatnya Jalan Cipto Mangunkusumo, RT 17 Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda.
Detik–detik sebelum dapur warga tersapu oleh kapal tongkang, awak kapal sempat berteriak agar pemilik rumah menyelamatkan diri.
“Dapur rumah yang kena, sekitar jam satu lewat 17 menit. Dari 50 meter sebelum ditabrak orang kapal itu sudah teriak–teriak supaya pemilik rumah bangun, setelahnya bangun, tertabrak dapurnya,” jelas Ketua RT 17 Kelurahan Sengkotek, Setiabudi ditemui di rumah warga yang terdampak.
Baca juga: PUPR-PERA Kaltim Minta Fender Jembatan Mahulu Samarinda Jadi Atensi
Dari pantauan Tribunkaltim.co di lokasi rumah warga, bekas tabrakan akibat tersenggol kapal tongkang di area dapur mengalami rusak parah.
Setiabudi mengatakan bagian depan kapal tongkang yang menabrak dapur, dan saat itu tampak kapal mundur dari arah hulu ke hilir dengan muatan penuh batu bara.
Dari data yang dihimpun sementara, dua kapal terlibat dalam insiden ini, yakni Tugboat (TB) Bloro–7 menarik tongkang Roby–311, yang diduga lepas tali towing yang menabrak dapur warga dan Jembatan Mahulu.
Serta Tugboat (TB) Raja Laksana–166 menarik tongkang Danny–95, yang saat itu mencoba menahan benturan dari tongkang lepas tali.
Setiabudi bersyukur, insiden ini tidak memakan korban jiwa dan hanya satu rumah warganya yang mengalami kerusakan.
“Dari hulu ke hilir, sampai akhirnya menabrak dapur kemudian larut sampai kena Jambatan Mahulu itu,” ungkapnya. (*)