Malu Gagal Tes Pramugari, Nisya Nekat Beli Seragam di Online, Tipu Keluarga Biar Bangga
January 08, 2026 09:43 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Malu karena gagal tes pramugari, Nisya alias Khabrun Nisa (23) nekat nyamar jadi pramugari gadungan.

Ia membeli atribut pramugari lewat toko online untuk membuat kedua orang tuanya bangga.

Nisya sukses menipu kedua orang tuanya yang percaya bahwa anak perempuan mereka merupakan seorang pramugari.

Namun aksi penyamaran Nisya terbongkar setelah keberadaannya dicurigai awak maskapai.

Kini Nisya harus menanggung malu akibat ulahnya tersebut dan menyampaikan permintaan maaf.

Video permintaan maafnya itu kini banyak tersebar di media sosial.

Baca juga: Ayah Prada Lucky Ditahan Polisi Militer Kupang, Sempat Tolak Dijemput Provos

Beriku ucapan maaf yang diungkap olehnya:

"Saya Khairun Nisya, umur saya 23 tahun, asal saya dari Palembang.

Dengan ini saya menyatakan memang benar saya melakukan penerbangan Batik Air rute Palembang ke Jakarta ID 2058 tanggal 6 Januari 2026.

Saya menggunakan atribut pramugari dan beserta seragamnya, dan sesungguhnya saya bukanlah pramugari Batik Air.

Dengan ini saya memohon minta maaf sebesar-besarnya kepada pihak maskapai Batik Air maupun Lion Grup.

Dengan video ini saya membuat dengan pernyataan yang sesungguhnya tanpa paksaan dari pihak manapun," ungkap Nisya.

Ortu kandung Nisya disebut benar-benar percaya bahwa putri mereka menjadi pramugari.

Hal ini terlihat dari video lama Nisya ketika dijemput keluarga di bandara.

Dalam video itu, Nisya tampak mengenakan atribut pramugari.

Ia disambut dengan pelukan hangat orangtua yang mengira Nisya benar menjadi pramugari.

Dalam beberapa foto, terlihat Nisya juga berpose bersama keluarga mengenakan seragam pramugari.

Cara Nisya jadi Pramugari Gadungan

Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita menyamar menjadi pramugari pada penerbangan Batik Air rute Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang tujuan Bandara Sukarno Hatta.

Dalam rekaman video yang beredar, wanita tersebut mengaku berasal dari Palembang dan bernama Khairunisa berusia 23 tahun.

Ia juga mengakui perbuatannya serta menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang telah dilakukannya karena ikut penerbangan Batak Air nomor penerbangan ID 7058 rute Palembang - Jakarta pada 6 Januari menggunakan atribut atau seragam Batik Air.

Cara Nisya alias Habrun Nisa mengelabui petugas Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang dilakukan dengan menyamar sebagai kru maskapai menggunakan seragam dan atribut lengkap guna meyakinkan orang di sekitarnya. 

Pelaku berhasil melewati jalur pemeriksaan keamanan (SCP) karena memegang boarding pass yang sah sebagai penumpang umum.

Namun aksi penyamaran ini akhirnya terbongkar setelah kru asli maskapai merasa curiga dan memberikan sejumlah pertanyaan teknis serta bahasa Inggris yang tidak mampu dijawab oleh pelaku.

“Kami memastikan bahwa seluruh proses pelayanan dan keamanan telah dilaksanakan oleh petugas sesuai dengan SOP yang berlaku,” ujar General Manager Bandara SMB II, Ahmad Syaugi Shahab dalam siaran persnya ke awak media, Kamis (8/1/2026).

Dijelaskannya, calon penumpang yang berpakaian seperti kru pesawat Batik Air tersebut memproses keberangkatan seperti halnya penumpang pesawat, yakni melalui jalur pemeriksaan keamanan penumpang (Security Check Point/SCP). 

"Pada titik SCP tersebut personel Aviation Security melakukan pemeriksaan keamanan mencakup pemeriksaan boarding pass yang dikeluarkan maskapai penerbangan untuk naik pesawat, serta pemeriksaan orang dan barang bawaan.” Jelas Syaugi.

Proses yang dijalani tersebut juga terlihat dalam pantauan CCTV dan semua persyaratan keberangkatan sudah sesuai aturan.

“Dari pemeriksaan yang dilakukan kemudian diketahui yang bersangkutan memiliki boarding pass yang sah dan tidak membawa barang yang dilarang naik ke pesawat."

"Kejadian ini telah diinvestigasi dan ditangani secara professional, objektif dan sesuai dengan ketentuan operasional, dengan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak airline secara langsung," tandasnya.

Baca juga: Kronologi Zainuddin Hilang 32 Tahun setelah Naik Kereta, Kabur karena Dimarahi, Ketemu Berkat TikTok

Disisi lain, informasi yang didapat dikalangan Bandara SMB II Palembang sendiri, Nisya selama ini berperilaku seperti kru pesawat atau pramugari meskipun naik pesawat sebagai penumpang yang membeli tiket sehingga tidak ada keganjilan.

Namun, mungkin karena sial atau apes, Nisya yang selama ini mungkin naik maskapai tertentu, terakhir membeli tiket maskapai yang krunya ikut mengawasi.

"Dia selama ini dianter keluarga dan adeknya sehingga seperti kru, dia juga terbang Jakarta- Palembang."

"Mungkin, karena salah beli tiket maskapai tertentu, jadi krunya, sehingga bertanya dan ditanya dak nyambung apalagi harus bisa bahasa inggris, dan id aneh meski pakaiannya lengkap," beber sumber.

Dilanjutkannya, jika group Lion biasanya ada kru senior sehingga tahu keberangkatan, disitu dijelaskan sumber mungkin timbul pertanyaan.

"Kalau naik pesawat kemarin sekitar pukul 13.30, dan mungkin selama ini bercita-cita jadi pramugari dak kesampaian," pungkasnya.

Awal Mula Viral

Aksi Nisya jadi pramugari palsu viral berawal dari unggahan akun X bernama @ndymanoballl pada Selasa (7/1/2026).

Akun tersebut memperingatkan publik tentang adanya Fligth Attendant (FA) palsu yang mengaku sebagai awak kabin Batik Air.

“Hati-hati FA gadungan/ Fake FA. Gila mbanya energinya banyak banget nyamar jadi pramugari, orang ini mengaku sebagai cabin crew."

"Mba plis jangan halu kalau mau jadi mugari, ikut recrutment, belajar jangan halu," tulis akun tersebut.

Bersama dengan cuitan itu, @ndymanoballl ikut menyertakan empat buah foto yang memperlihatkan penyamaran sempurna Nisya.

Nisya tak ada bedanya dengan pramugari asli lantaran ia melengkapi diri dengan atribut selayaknya pramugari sungguhan.

Ia tampil memakai seragam berwarna putih dengan bawahan batik merah, lengkap beserta tanda pengenal yang kerap dipakai awak kabin.

Rambutnya pun disanggul rapi selayaknya pramugari asli.

Bahkan Nisya membawa serta koper besar yang membuat ia semakin mirip dengan pramugari.

Trik yang dilakukan Nisya ternyata berhasil hingga membuatnya naik pesawat dengan penampilan sebagai pramugari.

Nisya memang membeli sendiri tiket penumpang, tapi penampilannya membuat ia disangka sebagai extra crew.

Penyamarannya terbongkar ketika Nisya tak bisa menjawab pertanyaan dasar sebagai awak kabin.

“Ini orang bisa onboard karena beli tiket dikira mungkin extra crew tapi pas ditanya ngangngong alias gak bisa jawab, mana idcardnya beda sendiri id 15 sebelum masehi? Pas landing udah ditunggu avsec," tulisnya.

Penjelasan Polisi

PRAMUGARI GADUNGAN DITANGKAP - Wanita bernama Nisya nekat menyamar jadi pramugari gadungan, dia terlihat mengenakan atribut Batik Air, ditangkap saat mendarat. 
PRAMUGARI GADUNGAN DITANGKAP - Wanita bernama Nisya nekat menyamar jadi pramugari gadungan, dia terlihat mengenakan atribut Batik Air, ditangkap saat mendarat.  (Kolase TribunTrends/Istimewa)

Terungkap motif Nisya alias KN nekat menyamar jadi pramugari palsu Batik Air.

Dikutip dari Kompas.com, Nisya alias KN mengaku sempat mendaftar sebagai pramugari di Batik Air, namun tidak lolos.

Merasa malu dengan kegagalan itu, ia nekat menyamar menjadi pramugari dengan membeli atribut pramugari Batik Air secara online.

Hal ini dilakukannya agar orangtua di Palembang percaya bahwa ia sudah bekerja sebagai pramugari.

"Yang bersangkutan mengenakan baju maskapai dalam rangka supaya keluarganya percaya," ungkap Kasat Reskrim Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono.

Adapun KN mendapatkan seragam, beserta atribut Batik Air lainnya, seperti name tag dan koper itu melalui online shop. 

Kemudian, ia gunakan saat menuju bandara di Palembang. 

Setibanya di bandara, KN mengaku pada polisi ingin berganti pakaian. 

Namun karena waktunya tidak cukup, sehingga ia tetap naik pesawat dengan seragam tersebut. 

"Jadi kalau pengakuannya dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti, namun karena waktunya mepet sehingga dia naik pakai seragam itu ke pesawat sampai ke bandara Soekarno-Hatta," kata dia. 

Selama pemeriksaan, polisi menyebut tidak ditemukan indikasi tindak pidana apapun terhadap perempuan itu. Begitupula dengan potensi pelanggaran lainnya.

Oleh sebab itu, pihak Batik Air disebut tidak melanjutkan proses hukum dan memilih menyelesaikan persoalan dengan kesepakatan damai. 

“Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,” ucap Yandri.

Menurut keterangan, Nisya bisa lolos pemeriksaan karena membeli tiket penumpang dan diduga disangka sebagai extra crew.

Baca juga: Adly Fairuz Diduga Terima Rp3,6 Miliar sebagai Pelicin Masuk Akpol, Kini Dipolisikan dan Digugat

Namun, kejanggalan mulai tercium ketika ia tak mampu menjawab pertanyaan mendasar seputar tugas awak kabin.

 “Ini orang bisa onboard karena beli tiket dikira mungkin extra crew tapi pas ditanya ngangngong alias gak bisa jawab, mana idcardnya beda sendiri id 15 sebelum masehi? Pas landing udah ditunggu avsec,"

Kalimat tersebut mempertegas bahwa kecurigaan akhirnya berujung pada tindakan pengamanan.

(Bangkapos.com/Kompas.com/Sripoku.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.