Terungkap Pekerjaan Sebenarnya Nisya Wanita yang Nyamar Jadi Pramugari Batik Air
January 09, 2026 12:03 AM

BANGKAPOS.COM - Aksi Khairun Nisya wanita asal Palembang yang nekat menyamar jadi pramugari batik air viral setelah video terciduk beredar di media sosial.

Adapun Nisya sapaan akrabnya nekat melakukan hal tersebut lantaran malu kepada pihak keluarga gagal lolos menjadi pramugari.

Dirinya membeli seragam pramugari via online agar bisa terlihat sudah bekerja sebagai pramugari.

Padahal pekerjaan aslinya berdasarkan data identitas pribadinya hanyalah seorang mahasiswa.

Baca juga: Nasib Warga Sungailiat Bangka yang Jarinya Terjepit Piston Motor

Dalam pernyataannya, Nisya mengakui bahwa dirinya ikut serta dalam penerbangan Batik Air dengan rute Palembang–Jakarta (ID 70-508) pada tanggal 6 Januari 2026.

Adapun video klarifikasinya itu dibagikan melalui unggahan akun Instagram @sumsel.terciduk pada Kamis (8/1/2026).

Melalui sebuah video singkat, wanita asal Palembang tersebut menyampaikan permintaan maaf dan menyesal.

"Saya Nisya, umur 23 tahun, asal saya dari Palembang. Dengan ini saya mengatakan memang benar saya melakukan penerbangan Batik Air rute Palembang-Jakarta ID 70-508 tanggal 6 Januari 2026 menggunakan atribut pramugari dan seragamnya," ujarnya.

Ia juga menambahkan permohonan maaf khusus kepada manajemen maskapai terkait.

"Dengan ini saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak maskapai Batik Air maupun Lion Group. Video ini saya buat dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari pihak manapun," pungkasnya.

Meski telah meminta maaf, namun Nisya tidak mengungkapkan motif dasarnya melakukan penyamaran jadi pramugari gadungan.

Adapun untuk melancarkan aksinya, ia menggunakan seragam lengkap serta atribut resmi pramugari agar tampak seperti kru kabin yang sedang bertugas.

Nisya tampil begitu meyakinkan mengenakan seragam lengkap layaknya awak kabin resmi, membawa koper maskapai, bahkan berhasil ikut terbang dalam sebuah penerbangan salah satu maskapai nasional.

Nisya diduga sengaja membuat ID card palsu dengan nama “Nisya” agar terlihat sebagai pramugari resmi.

Identitas aslinya terungkap setelah pihak berwenang atau maskapai melakukan pengecekan.

Nisya menegaskan bahwa dirinya bukanlah bagian dari awak kabin resmi maskapai manapun.

Penjelasan Polisi

Saat dilakukan proses interogasi, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, mengatakan, perempuan itu mengaku pernah melamar menjadi pramugari Batik Air, tetapi tidak lolos seleksi.

Karena malu kepada keluarganya di Palembang, ia mengaku berpura-pura sudah bekerja sebagai pramugari.

Ia nekat ke Jakarta menggunakan seragam pramugari palsu agar terlihat seolah sudah bekerja.

"Yang bersangkutan mengenakan baju maskapai dalam rangka supaya keluarganya percaya," ujar Yandri Mono saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (7/1/2026).

Baju pramugari yang digunakan Nisya tersebut dibeli melalui online shop, kemudian dipakai saat menuju bandara di Palembang.

Setibanya di bandara, Nisya mengaku pada polisi ingin berganti pakaian.

Namun, karena waktunya tidak cukup sehingga tetap naik pesawat dengan seragam tersebut.

"Jadi kalau pengakuannya dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti. Namun, karena waktunya mepet sehingga dia naik pakai seragam itu ke pesawat sampai ke Bandara Soekarno-Hatta," kata Yandri.

Terkait penyamarannya ini, polisi menyebut, tidak ditemukan indikasi tindak pidana apapun terhadap Nisya. 

Begitupula dengan potensi pelanggaran lainnya. Oleh sebab itu, setelah pemeriksaan, pihak Batik Air disebut tidak melanjutkan proses hukum dan memilih menyelesaikan persoalan dengan kesepakatan damai.

“Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,” ucap Yandri

(Kompas/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.