SURYA.co.id Surabaya – Persebaya Surabaya sedang membangun kekuatan baru, namun ambisi besar sang pelatih, Bernardo Tavares, terbentur tembok regulasi.
Kedatangan duo Brasil, Bruno Paraiba dan Jefferson da Silva, justru menciptakan teka-teki besar: siapa satu pemain asing yang harus angkat kaki dari skuat Bajul Ijo?
Era kepemimpinan Bernardo Tavares resmi dimulai dengan gebrakan transfer. Pelatih asal Portugal tersebut mendatangkan Bruno Paraiba (31), striker tajam eks Cheonan City dari Korea Selatan, serta Jefferson da Silva (29), bek sayap kiri bertenaga asal klub Serie B Brasil, Operario Ferroviario.
Kedatangan kedua pemain tersebut, membuat komposisi pemain asing di Persebaya kini berjumlah 12 orang.
Padahal, sesuai regulasi Super League 2025/2026, setiap klub hanya diizinkan mendaftarkan maksimal 11 pemain asing.
Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs Malut United: Duel Striker Brasil Bruno vs David
Saat ditanya mengenai kemungkinan pencoretan atau penambahan pemain lain, Bernardo Tavares memberikan jawaban diplomatis yang penuh teka-teki.
"Kami harap begitu (ada tambahan lagi). Mari kita lihat apa yang bisa terjadi. Saya tidak akan mengatakan ya, saya juga tidak akan mengatakan tidak. Saya hanya punya harapan," ujar Bernardo Tavares saat ditemui di Surabaya, Kamis (8/1/2026).
Bernardo Tavares menegaskan, bahwa perombakan ini bukan sekadar mengganti nama, melainkan untuk menciptakan persaingan internal yang lebih kompetitif.
Baginya, memiliki dua pemain dengan kualitas setara di satu posisi adalah kunci sukses di putaran kedua nanti.
"Saya pikir jika kami bisa memiliki setidaknya dua pemain dengan level yang sama untuk posisi tersebut, sehingga mereka bisa bersaing," jelas pelatih berusia 45 tahun itu.
Baca juga: Profil Jefferson Silva Bek Kiri Asal Brasil Resmi Gabung Persebaya Surabaya
Meski demikian, manajemen Persebaya hingga saat ini masih menutup rapat informasi mengenai siapa pemain asing lama yang akan dikorbankan demi memberi ruang bagi rekrutan baru.
Persebaya diharapkan tampil lebih menggigit di sisa musim ini. Namun, Bernardo Tavares mengingatkan para pendukung agar tetap realistis, dan memberikan waktu bagi para pemain baru untuk beradaptasi dengan filosofi permainannya.
"Kami tidak bisa mengharapkan perubahan terjadi dengan cepat. Kami perlu melangkah selangkah demi selangkah," pungkas mantan pelatih yang dikenal dengan taktik pragmatisnya tersebut.
Pelatih baru Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares tidak ingin membuang waktu. Di tengah keterbatasan anggaran dan kebutuhan mendesak di putaran kedua Super League 2025/2026, sang pelatih asal Portugal ini memilih dua talenta Brasil yang belum pernah mencicipi panasnya rumput Indonesia.
Persebaya Surabaya resmi memperkenalkan Bruno Paraiba (31) dan Jefferson da Silva (29) sebagai amunisi baru.
Bruno Paraiba, striker haus gol, didatangkan dari Cheonan City (K-League 2), sementara Jefferson da Silva, bek sayap kiri dengan rekam jejak Timnas U-20 Brasil, direkrut dari Operario Ferroviario (Serie B Brasil).
Penunjukan kedua pemain ini bukan tanpa alasan. Bernardo Tavares mengungkapkan, bahwa faktor finansial dan ketersediaan pemain menjadi kunci utama dalam proses negosiasi.
"Tentang dua pemain ini, mereka bisa datang, karena mereka tanpa kontrak (bebas transfer). Dan juga tentang anggaran yang kami miliki saat ini," kata Bernardo Tavares kepada awak media, Kamis (8/1/2026).
Situasi ini dinilai sangat menguntungkan bagi tim berjuluk Bajul Ijo.
Dengan status tanpa klub, proses administrasi menjadi lebih cepat, sehingga keduanya bisa langsung diturunkan saat putaran kedua kompetisi dimulai.
Selain urusan kantong, karakteristik Bruno Paraiba dan Jefferson da Silva dianggap sebagai kepingan puzzle yang hilang dalam skema permainan Bernardo Tavares.
Selama ini, absennya bek kiri murni memaksa tim pelatih melakukan eksperimen ekstrem, seperti menggeser striker Dejan Tumbas menjadi bek sayap.
"Kami pikir karakteristik kedua pemain ini sesuai dengan yang kami butuhkan," tambah pelatih berusia 45 tahun tersebut.
Jefferson da Silva diharapkan mampu mengembalikan Dejan Tumbas ke posisi aslinya di lini depan, sementara Bruno Paraiba diproyeksikan menjadi ujung tombak utama.
Menariknya, ini adalah kali pertama bagi Bruno Paraiba dan Jefferson da Silva berkarier di Indonesia.
Bahkan bagi Jefferson da Silva, ini merupakan pengalaman pertamanya bermain di luar negeri, setelah menghabiskan seluruh kariernya di Brasil.
Bernardo Tavares menyadari ada risiko besar terkait adaptasi cuaca dan gaya permainan di Indonesia, terutama karena mereka datang di tengah kompetisi yang sedang berjalan.
"Setiap situasi selalu ada risiko, karena ini adalah dua pemain yang belum pernah bermain di Indonesia. Kami berharap mereka punya waktu untuk menunjukkan kemampuan. Inilah target kami, agar pemain yang datang dapat membantu tim," pungkas eks pelatih PSM Makassar itu.
Meski baru saja diperkenalkan, kedua pemain Brasil ini sudah terlihat melahap menu latihan perdana bersama skuad Persebaya pada Rabu (7/1/2026) di Lapangan ABC, Kompleks Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur (Jatim).