Siswa MAN 3 Bantul Antusias Ikuti Seminar dan Pelatihan Public Speaking “Voice Volution”
January 09, 2026 10:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking menjadi salah satu
keterampilan penting yang perlu dimiliki setiap individu, terutama di era komunikasi modern yang serba cepat dan terbuka.

Dalam berbagai bidang, baik pendidikan, dunia kerja, maupun kehidupan sosial, kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas dan meyakinkan merupakan nilai tambah yang sangat menentukan.

Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan ketika harus berbicara di hadapan publik.

Rasa gugup,canggung, hingga takut dinilai kerap menjadi hambatan yang membuat siswa enggan tampil, sehingga potensi diri mereka belum berkembang secara optimal.

Menanggapi fenomena tersebut, Swara Media berinisiatif menghadirkan wadah pembelajaran yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang latihan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan mental siswa agar lebih percaya diri dan berani tampil di depan umum.

Inisiatif tersebut diwujudkan melalui kegiatan Seminar dan Pelatihan Public Speaking bertajuk “Voice
Volution: Dari Ragu Jadi Berani Bicara” yang diselenggarakan di Aula MAN 3 Bantul.

Pada hari Selasa (28/10/2025), aula tampak dipenuhi peserta yang hadir dengan antusias tinggi untuk
mengikuti rangkaian kegiatan.

Kegiatan ini menghadirkan Tara Belinda sebagai pemateri utama.

Baca juga: 78 Mahasiswa Amikom Yogyakarta Penerima Program Sleman Pintar Diwisuda 

Ia merupakan public speaker muda yang dikenal dengan gaya penyampaian yang inspiratif, energik, serta mudah dipahami oleh kalangan remaja.

Sekitar 50 peserta yang terdiri atas siswa kelas X serta anggota ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 3 Bantul mengikuti pelatihan tersebut.

Selain bertujuan meningkatkan keterampilan berbicara, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri peserta dalam berkomunikasi di berbagai situasi, baik akademis maupun nonakademis.

Dalam sesi pelatihan, Tara Belinda menyampaikan berbagai materi, mulai dari teknik dasar berbicara di depan umum, strategi menarik perhatian audiens, hingga cara mengendalikan rasa gugup saat tampil.

Ia juga membagikan pengalaman pribadi serta sejumlah tips praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui sesi simulasi dan praktik langsung, para peserta diajak untuk mencoba berbicara di depan teman-teman mereka secara ekspresif, komunikatif, dan percaya diri.

Public speaking adalah keterampilan yang dapat dipelajari dan dilatih. Hingga saat ini, tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa public speaking merupakan kemampuan bawaan,” ujar Tara Belinda saat menyampaikan materi.

Pernyataan tersebut menjadi motivasi bagi peserta bahwa kemampuan berbicara di depan umum bukanlah hal yang mustahil untuk dikuasai apabila dilatih secara konsisten.

Selama kegiatan berlangsung, suasana pelatihan tampak hangat dan interaktif.

Para peserta aktif bertanya, berdiskusi, serta mempraktikkan teknik yang telah dipelajari.

Sejumlah peserta, khususnya anggota ekstrakurikuler Jurnalistik, mengaku memperoleh manfaat besar
dari pelatihan ini karena berkaitan langsung dengan aktivitas wawancara, peliputan, dan pembuatan konten sekolah.

Ketua pelaksana kegiatan turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata serta menjadi langkah awal bagi siswa untuk berkembang menjadi komunikator yang andal.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, penyerahan sertifikat kepada pemateri, serta sesi foto bersama.

Antusiasme peserta dari awal hingga akhir acara menunjukkan bahwa pelatihan public speaking tidak hanya bermanfaat, tetapi juga mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan memotivasi.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan guna mendukung lahirnya generasi muda yang komunikatif, percaya diri, dan mampu menyampaikan gagasan secara inspiratif. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.