Apa Itu Super Flu yang Rentan Menyerang Anak?
kumparanMOM January 09, 2026 03:57 PM
Kasus Super Flu akhir-akhir ini lagi ramai diperbincangkan dan membuat banyak orang tua merasa khawatir, terutama ketika anak mengalami gejala seperti demam, batuk, atau pilek. Penyakit ini di berbagai negara seperti Inggris dan Amerika Serikat telah menyebabkan lonjakan keterisian rumah sakit, dan bahkan kematian.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Ilustrasi Anak Flu Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Flu Foto: Shutterstock
Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI, hingga saat ini telah ditemukan 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K yang kerap disebut sebagai Super Flu, dan sekitar 30 persen di antaranya terjadi pada anak-anak. Meski demikian, kondisi ini tidak perlu disikapi dengan kepanikan berlebihan.
“Super flu sebenarnya bukan istilah medis resmi. Kondisi ini masih termasuk dalam kelompok influenza musiman yang disebabkan oleh virus influenza,” jelas dokter spesialis anak, dr. Reza Fahlevi, SpA(K), kepada kumparanMOM, Kamis (8/1).

Apa Saja Gejala Super Flu?

Ilustrasi Anak Demam Foto: Thanes.Op/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Demam Foto: Thanes.Op/Shutterstock
dr. Reza menjelaskan, gejala Super Flu pada anak pada dasarnya mirip dengan influenza pada umumnya. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
  • Demam
  • Batuk dan pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah (pada sebagian anak)
  • Tubuh terasa lemas
  • Nafsu makan menurun
Lalu, mengapa disebut super flu?
Istilah ini digunakan untuk menggambarkan pola penularannya yang tergolong cepat, Moms. dr. Reza menyebut bahwa satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus influenza ini kepada hingga tiga orang lainnya.

Langkah Pencegahan Super Flu pada Anak

Ilustrasi Anak Flu Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Flu Foto: Shutterstock
Agar si kecil terhindar dari penularan influenza, orang tua dapat melakukan beberapa langkah pencegahan berikut, di antaranya:
  • Melengkapi imunisasi influenza sesuai anjuran
  • Menerapkan pola hidup bersih dan sehat
  • Membiasakan cuci tangan secara rutin dengan sabun
  • Menggunakan masker jika ada anggota keluarga yang mengalami batuk dan pilek
  • Mengurangi kontak sementara dengan anak saat sedang sakit
  • Memperhatikan asupan nutrisi, waktu istirahat, serta aktivitas fisik anak
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, risiko penularan influenza pada anak dapat ditekan secara signifikan, Moms.

Penanganan Jika Anak Terkena Super Flu

Ilustrasi dokter anak. Foto: LightField Studios/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dokter anak. Foto: LightField Studios/Shutterstock
Jangan khawatir! Apabila anak mengalami gejala yang mengarah pada influenza, Anda disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapat penanganan dan pengobatan yang tepat,
“Penanganan yang diberikan umumnya bersifat suportif, seperti memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi dan cairan yang cukup, menurunkan demam, serta pemberian obat untuk meredakan gejala,” jelas dr. Reza.
Namun, pada kondisi tertentu, apabila influenza terkonfirmasi melalui pemeriksaan dan sesuai dengan indikasi medis, dokter juga dapat meresepkan antivirus khusus.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.