8.213 Warga Sulbar Gagal Terima BLT Kesra 2025, Dana Rp7,3 Miliar Dikembalikan ke Kas Negara
January 09, 2026 04:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Sulawesi Barat (Sulbar) berakhir pada 31 Desember 2025.

Meskipun realisasi diklaim mencapai 89,17 persen, ribuan warga tercatat gagal menerima bantuan tersebut.

Data menunjukkan 8.213 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dinyatakan gagal salur dari total 75.836 sasaran.

Ketua Satgas Penyaluran BLT Kesra Kantor Pos Indonesia Mamuju, Muslim Anwar, memastikan seluruh tahapan telah tuntas.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Sulbar Dukung Pilkada Lewat DPRD, Munandar Wijaya : Itu Bukan Hal Baru

Baca juga: Musim Hujan, 5 Kecamatan Mamuju Rawan Bencana Banjir, Topoyo - Tobadak Paling Rawan

Pihaknya menegaskan tidak ada lagi penjadwalan ulang bagi masyarakat yang belum menerima bantuan hingga batas waktu tersebut.

"Realisasi penyaluran mencapai 67.623 KPM atau 89,17 persen dari total target," ujar Muslim pada Jumat (9/1/2026).

Khusus pada tahap terakhir atau batch 3, bantuan yang berhasil disalurkan mencapai 5.568 KPM.

Seluruh dana yang tidak tersalurkan kini telah diserahkan ke bagian keuangan untuk dikembalikan ke kas negara.

BLT Kesra 2025 diberikan sebesar Rp300 ribu per bulan.

Bantuan ini untuk periode Oktober, November, dan Desember 2025. 

Pencairan dilakukan sekaligus dalam sistem rapel, sehingga setiap KPM menerima total Rp900 ribu dalam satu kali transfer.

Sehingga, total dana yang dikembalikan ke negara Rp 7,3 miliar.

Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mencatatkan angka kegagalan penyaluran tertinggi secara nominal di Sulbar.

Di Polman, sebanyak 2.514 warga gagal menerima bayaran dari total target sasaran 30.397 orang.

Kabupaten Pasangkayu menyusul dengan angka kegagalan yang cukup tinggi, yakni sebanyak 1.885 warga gagal salur.

Di Kabupaten Mamuju, terdapat 1.558 warga yang belum menerima bantuan dari total 12.684 sasaran.

Sementara itu, Kabupaten Mamasa mencatat 886 warga gagal salur dan Mamuju Tengah sebanyak 775 warga.

Angka kegagalan terendah berada di Kabupaten Majene dengan jumlah 595 warga yang tidak menerima bantuan.

Muslim menjelaskan kendala utama gagal salur ini berkaitan erat dengan validitas data Nomor Induk Keluarga (NIK).

Selain persoalan NIK, kendala administrasi di lapangan juga menjadi penyebab bantuan tidak sampai ke tangan penerima.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.