TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri mencatat kondisi jalan kewenangan kabupaten sepanjang tahun 2025 relatif terjaga baik.
Hingga akhir Desember 2025, persentase jalan kabupaten yang masuk kategori baik tercatat mencapai 88,7 persen dari total panjang jalan sekitar 1.309 kilometer.
Capaian tersebut diraih meski curah hujan tinggi sejak akhir September 2025 memicu munculnya kerusakan baru di sejumlah ruas jalan.
Hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi dinilai menjadi faktor utama yang memengaruhi daya tahan lapisan aspal.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, menjelaskan pihaknya secara rutin melakukan survei kondisi jalan pada awal dan akhir tahun untuk mengetahui perkembangan kualitas infrastruktur jalan di wilayahnya.
"Setiap awal dan akhir tahun kami selalu melakukan survei kondisi jalan. Dari situ kami mengetahui persentase jalan yang masuk kategori baik, sedang, dan rusak," kata Irwan, Jumat (9/1/2026).
Berdasarkan hasil survei, kondisi jalan kabupaten pada akhir 2024 yang masuk kategori baik berada di angka 86,9 persen.
Sepanjang 2025, Dinas PUPR melakukan berbagai upaya penanganan guna meningkatkan kualitas jalan.
Baca juga: BPJS Kesehatan Tulungagung Ajak Masyarakat Mengakses Layanan Skrining Riwayat Kesehatan
Penanganan tersebut meliputi pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, peningkatan jalan, hingga pembangunan jalan baru di beberapa ruas prioritas.
Upaya itu berdampak pada peningkatan persentase jalan dalam kondisi baik.
"Hasil penanganan sepanjang 2025 itu membuat kondisi jalan yang baik naik menjadi sekitar 88,7 persen per akhir Desember," jelas Irwan.
Meski meningkat, Irwan mengakui kenaikan persentase tersebut belum signifikan.
Hal ini disebabkan munculnya kerusakan baru yang terjadi bersamaan dengan proses perbaikan, terutama saat musim hujan berlangsung cukup lama.
Menurutnya, air hujan merupakan salah satu faktor utama penyebab kerusakan konstruksi aspal.
Ketika hujan turun terus-menerus, lapisan jalan menjadi lebih cepat aus, terutama pada ruas dengan drainase dan bahu jalan yang kurang optimal.
"Pada saat musim hujan, kami tidak bisa melakukan survei kondisi jalan secara maksimal. Yang kami lakukan adalah asumsi tingkat kerusakan berdasarkan hasil pemantauan lapangan," ungkapnya.
Irwan menambahkan, tanpa adanya faktor cuaca ekstrem, persentase kondisi jalan baik seharusnya bisa lebih tinggi dan mendekati angka 90 persen.
Namun kondisi di lapangan menunjukkan, sejumlah ruas yang sudah ditangani kembali mengalami kerusakan.
"Ada ruas yang sudah diperbaiki, tapi di saat bersamaan muncul kerusakan baru karena hujan. Itu sebabnya hasil akhirnya tetap di angka 88,7 persen," terangnya.
Meski demikian, capaian tersebut dinilai tetap menunjukkan tren positif.
Data kondisi jalan itu juga telah disampaikan kepada Bupati Kediri sebagai bagian dari laporan kinerja Dinas PUPR Kabupaten Kediri selama tahun 2025.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kediri menargetkan peningkatan kualitas jalan yang lebih signifikan.
Dinas PUPR menargetkan kondisi jalan kabupaten dalam kategori baik dapat mencapai 93 hingga 94 persen pada 2030.
"Kami sebenarnya ingin semua jalan mulus. Kami juga melewati jalan-jalan itu setiap hari. Tapi dengan panjang jalan mencapai 1.300 kilometer dan ratusan ruas, menjaga semuanya tetap prima bukan pekerjaan ringan," ungkapnya.
Selain faktor cuaca, keterbatasan anggaran juga menjadi tantangan dalam penanganan infrastruktur jalan. Karena itu, skala prioritas terus disusun agar perbaikan jalan dapat dilakukan secara efektif dan tepat sasaran.
"Yang terpenting, kami terus berupaya menjaga agar kondisi jalan tetap layak dilalui dan aman bagi masyarakat," pungkas Irwan.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik