Pangkalpinang Waspadai Superflu, Dinkes Layangkan Surat Edaran ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan
January 09, 2026 04:50 PM

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Meski belum ada laporan warga yang terjangkit superflu di Kota Pangkalpinang, peningkatan kasus influenza pada tahun lalu mendorong Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk meningkatkan kewaspadaan dan langkah antisipatif guna mencegah masuk dan menyebarnya influenza A subklad K atau superflu.

Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, memperkirakan, jumlah kasus influenza di Pangkalpinang secara umum mencapai sekitar 18 ribu kasus sepanjang 2025.

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang tercatat hanya 10.340 kasus. 

Adapun superflu terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025.

Hingga akhir Desember 2025, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 62 kasus superflu yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia.

Jumlah tersebut dilaporkan mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir.

Menurut Kemenkes, angka penularan tertinggi tercatat di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Mayoritas kasus superflu dialami oleh perempuan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Widya Eva Sari, mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran terkait peningkatan kewaspadaan dini terhadap penyakit superflu.

Surat edaran itu ditujukan kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

"Surat edaran ini kami sampaikan ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan agar segera meningkatkan kewaspadaan dini, terutama melalui penguatan kinerja surveilans penyakit," kata Widya, Kamis (8/1/2026).

Tenaga kesehatan, lanjut dia, diminta untuk meningkatkan sensitivitas dalam menjaring dan memantau pasien dengan keluhan flu yang datang ke fasilitas kesehatan.

Langkah ini dinilai penting untuk mendeteksi secara cepat kemungkinan adanya penyakit menular yang berpotensi berbahaya.

Namun demikian, Widya mengakui masih terdapat kendala di lapangan, salah satunya kebiasaan masyarakat yang cenderung mengobati flu secara mandiri tanpa melakukan pemeriksaan medis. 

"Sering kali masyarakat menangani sendiri ketika mengalami flu. Padahal, hal ini bisa menghambat deteksi dini penyakit," ujarnya.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya apabila mengalami gejala flu yang berlangsung lebih dari lima hari.

"Harapannya, apabila flu tidak kunjung sembuh dalam waktu lima hari, masyarakat segera datang ke pelayanan kesehatan agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Widya.

Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya pencegahan dini guna menekan risiko penularan penyakit serta mengantisipasi kemungkinan menyebarnya superflu ke wilayah Pangkalpinang. 

Pemerintah Kota Pangkalpinang pun terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan dan tidak menyepelekan gejala penyakit. 

RSUD Depati Hamzah terus memantau 

Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang memastikan belum menerima laporan adanya pasien yang dirawat dengan diagnosis superflu.

"Sampai saat ini belum ada laporan di RSUD terkait perawatan pasien dengan diagnosis superflu," kata Direktur RSUD Depati Hamzah Della Rianadita kepada Bangka Pos, Kamis (8/1/2026).

Meski demikian, pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran superflu yang tengah ramai dibicarakan secara nasional.

Menurut Della, kewaspadaan tetap ditingkatkan seiring adanya informasi dari Kementerian Kesehatan serta dinas kesehatan daerah mengenai potensi penyebaran virus tersebut di sejumlah wilayah Indonesia.

RSUD Depati Hamzah sendiri telah menyiapkan langkah-langkah kesiapsiagaan, termasuk penguatan koordinasi lintas sektor dan pemantauan terhadap pasien dengan gejala influenza yang datang berobat.

"Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang untuk mewaspadai superflu yang saat ini sedang menjadi perhatian, baik dari Kementerian Kesehatan maupun dinkes kota," ujar Della.

Pihaknya juga memastikan seluruh tenaga medis tetap menjalankan standar pelayanan dan kewaspadaan terhadap penyakit menular, khususnya pada pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan.

Sejalan dengan itu, pihak RSUD Depati Hamzah mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu yang berkepanjangan atau tidak membaik. (t2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.