BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah uang kertas diselipkan dan ditempelkan di bagian pintu samping luar kubah makam Abah Guru Sekumpul.
Peristiwa ini disebut terjadi setelah pelaksanaan momen 5 Rajab 1447 Hijriah, dan menuai keprihatinan dari banyak pihak.
Dalam unggahan tersebut, tampak uang pecahan berbagai nominal tersangkut di ornamen kubah.
Disertai narasi keras, pengunggah video menegaskan bahwa tindakan menaruh uang di depan kubah tidak pernah dibenarkan, baik oleh panitia maupun oleh Abah Guru Sekumpul semasa hidupnya.
“Tolong jangan pernah menaruh uang apa pun di depan kubah Abah Guru. Panitia melarang ini, dan Abah Guru Sekumpul tidak menyukai hal tersebut,” demikian bunyi pesan yang tertulis dalam video itu.
Baca juga: Jadwal Haul ke-2 Guru Danau di HSU Kalsel, Sosok Ulama Sederhana Murid Guru Sekumpul
Disebutkan pula bahwa membawa urusan keduniaan ke area kubah, termasuk meletakkan uang, merupakan perbuatan yang tidak pantas dan dinilai bertentangan dengan adab ziarah.
Dari pantauan Banjarmasin Post, di lapangan Jumat (9/1/2026), jika uang uang yang diselipkan di besi besi pintu samping kubah tidak ada lagi.
Beberapa pedagang di lokasi tidak ada yang berani bicara soal itu. Karena khawatir takut keliru.
Hamnah, (nama samaran) pedagang, mengatakakan jika kejadian itu setelah haul. Banyak yang menyelipkan uang di sisi pintu itu.
"Yang jelas dan yagg pasti bukan orang Kalsel di sini. Kalau orang di sini tak bakalan demikian," terang Hamnah.
Baca juga: Berharap Kembali di Momen 5 Rajab Guru Sekumpul Mendatang, Lima Juta Orang Disebut Penuhi Martapura
Di lokasi juga ada pekerja yang memasang sepanduk larangan dan imbauan. Namun para pekerja juga tidak berani memberikan komentar.
"Takut salah mas. Lagian kami ini juga pekerja saja," cetus seorang pekerja di lokasi tersebut sebelum jumat. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)