TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM - Kawasan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur, menjadi salah satu fokus utama pengembangan jaringan air minum tahun ini.
Meski memiliki instalasi pengolahan air berkapasitas besar, wilayah tersebut selama ini belum memiliki jaringan distribusi yang menjangkau seluruh permukiman warga.
Kini, pembangunan jaringan air minum di kawasan tersebut, mulai memasuki tahap realisasi.
Usulan yang diajukan mencakup 6.411 sambungan rumah untuk menjangkau seluruh kawasan permukiman.
“IPA-nya besar, tapi jaringan dan sambungan rumahnya belum ada. Tahun ini direncanakan sekitar 2.000 sampai 3.000 sambungan rumah dibangun, dan total usulan kita 6.411 untuk seluruh kawasan Sepatu,” ungkap Direktur Perumda Air Minum Danum Taka PPU, Abdul Rasyid, Jumat (9/1/2026).
Baca juga: 20 Tahun Beroperasi, Perumda Air Minum Danum Taka PPU Diminta Perkuat Pengelolaan Air Bersih
Seluruh proses teknis di tingkat daerah telah diselesaikan dan diserahkan kepada pihak terkait, termasuk Otorita IKN.
Jika seluruh sambungan terealisasi, kawasan Sepaku akan sepenuhnya masuk dalam cakupan layanan air minum.
“Kita sudah selesaikan prosesnya di PDAM dan serahkan ke badan pengelola. Harapannya bisa segera diprogramkan dan dibangun,” tutupnya. (*)