Manokwari (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat jumlah penerima manfaat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Papua Barat sepanjang tahun 2025 mencapai 94.743 orang.
Koordinator BGN Regional Papua Barat Erika Vionita Werinussa di Manokwari, Jumat, mengatakan penerima manfaat terdiri atas dua kategori yaitu peserta didik dan kelompok 3B yaitu ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
“Total penerima manfaat MBG di wilayah Papua Barat sebanyak 94.743 orang, baik itu peserta didik maupun kelompok 3B,” ujar Erika.
Dia menyebut Kabupaten Manokwari menjadi daerah dengan jumlah penerima manfaat MBG terbanyak di wilayah Papua Barat yaitu 49.681 orang dan disusul Kabupaten Teluk Wondama 7.143 orang.
Kemudian, Kabupaten Manokwari Selatan 7.049 orang, Kabupaten Teluk Bintuni 6.491 orang, Kabupaten Kaimana 13.114 orang, dan Kabupaten Fakfak 11.265 orang.
“Program MBG di Kabupaten Pegunungan Arfak rencananya mulai beroperasi pada Februari 2026. Sudah ada satu dapur SPPG yang dinilai oleh tim appraisal,” ucapnya.
Selain itu, kata dia, terdapat 43 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi dalam mendukung optimalisasi pelaksanaan Program MBG di enam kabupaten se-Papua Barat.
Manokwari memiliki 22 SPPG, Fakfak tujuh SPPG, sedangkan Kaimana, Manokwari Selatan, serta Teluk Bintuni masing-masing empat SPPG, dan Teluk Wondama dua dapur SPPG.
“Ada dua dapur SPPG yang di Fakfak itu berlokasi di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar),” ujarnya.
Menurut dia, sebagian besar penjamah makanan di Papua Barat sudah mengantongi Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan masing-masing kabupaten.
BGN juga mewajibkan setiap dapur MBG dipimpin oleh koki yang bersertifikat atau sertifikat chef dari Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP), dan hingga saat ini sebagian besar dalam proses pengurusan.
“Semua bahan pangan yang diolah harus ada label halal, dan ini agak susah karena banyak pangan lokal belum punya label halal,” kata Erika.







