TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pertemuan Persib Bandung dengan Persija Jakarta di Stadion GBLA, Kota Bandung, Minggu (11/1/2025) bukan sekadar jadwal pertandingan liga.
Di balik persiapan matang tim, ada gejolak rasa yang melekat kuat pada kapten Persib, Marc Klok, setiap kali berhadapan dengan rival lama tersebut.
Laga di Super League Indonesia 2025/2026 ini memantik emosi yang tidak pernah terasa biasa bagi dirinya.
Klok menegaskan bahwa duel melawan Persija bukan hanya perkara posisi tim di tabel kompetisi.
Ia menggambarkan atmosfer batin yang menyala, rasa lapar untuk bertarung, dan kebanggaan yang hadir ketika membawa nama Persib dan Bandung. Baginya, pertandingan ini menyentuh ranah harga diri, bukan hanya hitungan angka.
"Kondisi baik, persiapan baik, hari ini kami (berlatih) komplit, kami sangat antusias, excited, dan lapar, untuk main di match ini," ujar Klok, setelah berlatih di Stadion GBLA, Rabu (7/1/2025).
Klok menceritakan bagaimana gairahnya menguat menjelang laga yang sarat rivalitas itu. Rasa siap tempurnya tidak hanya tampak di lapangan, tetapi terasa pula lewat kata-katanya.
Setiap kali bersua Persija, menurut Klok, nuansa emosionalnya selalu berbeda dibanding laga lain. Ia menyebut pertemuan kedua tim ini memiliki makna khusus yang melekat dari musim ke musim.
Dalam pandangannya, pertandingan ini tak pernah lepas dari kebanggaan, pertarungan identitas tim, serta ikatan dengan kota yang diwakilinya.
"Saya pikir match ini selalu spesial, ini bukan lagi match untuk klasemen ini match untuk pride, untuk rivalitas, untuk kota ini, dan mereka juga untuk harga diri," kata Klok.
Ia menjelaskan betapa kuatnya muatan perasaan ketika dirinya memimpin tim menghadapi Persija. Setiap elemen, mulai dari rivalitas hingga cinta pada kota, bertemu dalam satu laga.


















Eks Persija ini menambahkan bahwa suasana batin semacam itu tidak berubah, baik musim sebelumnya maupun musim sekarang.
Baginya, Persija selalu menghadirkan pemicu emosi yang sama kuatnya. Pertandingan ini tidak hanya jadi agenda liga, tetapi juga menjadi simbol pertarungan yang menyentuh sisi personal dan kolektif tim.
Di sisi lain, Klok tetap menyadari posisi tim di klasemen yang tengah ketat. Ia menyebut jarak antar tim papan atas kini begitu rapat sehingga setiap pertandingan terasa penting. Namun, baginya, emosi dan makna laga ini tetap berada di garis terdepan dibanding sekadar hitungan angka.
"Dilihat klasemennya juga sangat pendek sekarang, kita juga sangat dekat (dengan puncak klasemen)," katanya.
Sebab memang kini Persib berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan poin 35 sama dengan Persija yang berada di posisi kedua.
Sedangkan di puncak klasemen masih ditempati Borneo FC yang memiliki poin 37. Gambaran tersebut menunjukkan betapa tipisnya selisih yang memisahkan para penghuni papan atas.
Sedangkan di bawah Persib dan Persija, diikuti oleh Malut United yang berada di posisi keempat dengan poin 34.
Persaingan di area atas klasemen pun semakin padat dengan jarak angka yang rapat antar tim. Kondisi ini membuat setiap pertandingan memiliki dampak berarti bagi perjalanan klub.
"Match ini (menghadapi Persija) bukan untuk tiga poin, tapi enam poin, ya buat tim ini sangat krusial," ujar pemilik nomor 23 di tim Maung Bandung ini.
Ia menilai laga tersebut memiliki bobot ganda, bukan sekadar soal hasil, melainkan juga pengaruhnya bagi mental dan kepercayaan diri tim.
Saat ditanya apakah klasemen ini jadi beban, Klok mengaku, buatnya sendiri tidak lihat klasemen, ia melihat game by game.
Sikap itu menunjukkan bahwa ia memilih fokus pada setiap pertandingan secara utuh. Konsentrasinya diarahkan pada proses di lapangan, bukan tekanan angka di tabel.
"Game itu sendiri, buat saya sendiri, buat klub ini, buat kota ini sangat spesial selalu. Dan ini bukan buat saya dan buat klasemen, tapi buat harga diri, pride untuk kota ini," ucapnya.