Prajurit TNI Asal Kupang Tewas Ditembak KKB, Ayah Korban Ungkap Sulitnya Proses Evakuasi Jenazah
January 09, 2026 05:11 PM


TRIBUN-PAPUA.COM
- Seorang prajurit TNI Praka Satria Tino Taopan gugur dalam baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Kamis (8/1/2026).

Praka Satria merupakan prajurit TNI AD asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia bertugas sebagai anggota Satgas Pamtas Mobile Yonif 100/Prajurit Setia Kodam I/Bukit Barisan.

Baca juga: KKB Rekrut Banyak Anak Muda Jadi Anggota, Sebabkan Kasus Kekerasan di Yahukimo Meningkat

Gugurnya Praka Satria membawa duka mendalam bagi keluarga.

Ayah Praka Satria, Dominggus Taopan ia mendapatkan kabar kematian putranya dari rekan almarhum.

Dominggus juga mengungkapkan bahwa rekan Praka Satria sempat menceritakan sulitnya proses evakuasi jenazah sang putra.

Ia menyebut, proses evakuasi harus dilakukan dengan hati-hati lantaran cuaca buruk dan masih adanya KKB di lokasi gugurnya Praka Satria.

“Temannya satu angkatan di Papua sempat telepon saya dan bilang, ‘Bapak banyak berdoa, cuaca tidak aman dan masih ada KKB di lokasi’,” tutur Dominggus, Jumat (9/1/2026), seperti dilansir Pos-Kupang.com.

Jenazah Praka Satria harus digotong sejauh sekitar lima kilometer dari lokasi kejadian menuju pos terdekat.

Proses evakuasi jenazah menuju pos keamanan selesai pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WIT.

Jenazah Praka Satria lalu diterbangkan ke Timika menggunakan helikopter pada Jumat pagi.

“Dari Timika diterbangkan ke Makassar, lalu ke Surabaya, baru ke Kupang," ucap Dominggus.

Jenazah Praka Satria diperkirakan tiba di rumah duka di Jalan Salak RT 020 RW 008 Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, pada Jumat malam.

Baca juga: Deretan Operasi Penegakan Hukum yang Dilakukan Satgas Damai Cartenz Terhadap KKB Papua Selama 2025

Sosok Praka Satria

Praka Satria merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.

Ia resmi menjadi prajurit TNI AD sejak 2018 setelah melakukan tes seleksi hingga sembilan kali.

Praka Satria juga pernah menjadi anggota pasukan perdamaian PBB di Kongo, Afrika Tengah, selama satu tahun.

Dominggus mengenang putranya sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul.

Semasa hidupnya, Praka Satria merupakan pemuda yang punya banyak teman.

Praka Satria bahkan merencanakan pernikahan dengan sang kekasih tahun ini.

“Kami sudah rencana ketemu keluarga calon di bulan Juni,” kata Dominggus. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.