Jahe dikenal luas sebagai salah satu rempah yang memiliki beragam manfaat bagi kesehatan.
Tanaman rimpang ini telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional maupun dikonsumsi sebagai minuman herbal sehari-hari.
Kandungan utama jahe, yakni gingerol, diketahui memiliki peran penting dalam membantu menurunkan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) di dalam tubuh.
Senyawa aktif tersebut juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan metabolisme lemak.
Selain itu, jahe memiliki sifat hipolipidemik yang membantu memperbaiki profil lipid darah.
Konsumsi jahe secara teratur dinilai berpotensi menurunkan kolesterol total sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL), yang berperan melindungi kesehatan jantung.
Berikut tujuh manfaat jahe bagi penderita kolesterol tinggi, sebagaimana dilansir dari The Health Site:
Jahe diketahui dapat membantu mengendalikan kadar gula darah.
Ini penting bagi penderita gula darah tinggi untuk mencegah risiko komplikasi metabolik.
Mengonsumsi jahe dapat memperlancar pencernaan, memastikan penyerapan nutrisi yang optimal dan pembuangan limbah secara efisien.
Konsumsi jahe secara teratur terbukti berpotensi menurunkan kadar kolesterol LDL, sehingga mendukung kesehatan jantung.
Tidak hanya menurunkan LDL, jahe juga membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL yang berperan membersihkan kolesterol jahat dari pembuluh darah.
Kandungan antioksidan kuat dalam jahe membantu melawan stres oksidatif dalam tubuh, yang dapat menurunkan risiko oksidasi kolesterol dan pembentukan plak di arteri.
Jahe mengandung senyawa antiradang yang dapat mengurangi peradangan kronis dalam tubuh, yang sering dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol.
Senyawa dalam jahe memiliki sifat antiagregasi trombosit yang dapat mencegah pembentukan gumpalan darah, mengurangi risiko penyumbatan arteri.