Fakta Pilu Pramugari Gadungan, Tertipu Rp30 Juta Modus Perekrutan
January 09, 2026 07:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Fakta pilu wanita bernama Khairun Nisa alias KN (23) yang menyamar menjadi pramugari maskapai Batik Air. Ia rupanya merupakan korban penipuan modus perekrutan pramugari.

Hal ini diungkap Kepala Unit IV Indag Polres Bandara Soekarno-Hatta, Iptu Agung Pujianto. Ia menjelaskan bahwa Nisa dikenalkan kepada seseorang yang mengaku memiliki kemampuan meloloskan calon pramugari ke maskapai penerbangan.

Setelah mendapat tawaran tersebut, Nisa kemudian berangkat dari Palembang menuju Jakarta untuk bertemu langsung dengan orang yang dimaksud. Rupanya, ia menjadi korban penipuan.

"Kemudian datanglah dia ke Jakarta dan ketemu seseorang yang menawarkan (menjadi pramugari) tersebut," kata Agung dikutip dari TribunTrends, Jumat (9/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Nisa diminta menyerahkan uang sebesar Rp30 juta sebagai syarat agar bisa diterima sebagai pramugari. Namun, setelah uang diserahkan, janji yang diberikan tak kunjung terwujud. 

"Pada dasarnya dia itu korban yang mana mau masuk (jadi) pramugari lalu menyerahkan uang Rp30 juta tapi berujung gagal. Orangnya (yang meminta uang) sudah tidak bisa dihubungi," ujar Agung.

Lantaran terlanjur malu, Nisa pun lantas berpura-pura menjadi pramugari dan memposting foto di media sosialnya dengan mengenakan atribut lengkap.

Adapun maksud dari apa yang dilakukan Nisa yaitu agar keluarganya percaya bahwa dirinya sudah menjadi pramugari.

Bahkan, Agung mengungkapkan Nisa juga sempat berfoto bersama orang tuanya sembari mengenakan atribut pramugari palsu.

"Bahkan sempat memposting di media sosialnya dan berfoto-foto bareng orang tuanya dengan mengenakan pakaian pramugari lengkap," tuturnya.

Ketahuan Jadi Pramugari Gadungan

Aksi Nisa menjadi pramugari gadungan terbongkar setelah ada kru pesawat yang mencurigai perbedaan seragam yang dipakainya. Momen itu terjadi pada Selasa (6/1/2026) sekira pukul 20.00 WIB.

"Kru pesawat curiga, kok ini ada pramugari Batik Air, menggunakan pakaian mirip pramugari, tapi coraknya beda," ujar Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, Rabu (7/1/2026), dikutip dari Kompas.com.

Yandri mengatakan kru tersebut lantas melaporkan Nisa ke petugas keamanan penerbangan Bandara Soekarno Hatta.

Setibanya di Bandara, Nisa langsung diperiksa oleh petugas keamanan dan mendapati bahwa dia bukanlah pramugari Batik Air.

“Setelah diinterogasi, memang bukan karyawan Batik Air. Kemudian dibawa ke Polres," kata Yandri.

Yandri menuturkan seluruh atribut yang dipakai Nisa diperoleh dengan cara membeli di marketplace.

Di sisi lain, ia mengungkapkan sebenarnya Nisa ingin berganti pakaian saat tiba bandara di Palembang. Namun, karena tidak cukup waktu, maka dirinya tetap menggunakan seragam tersebut.

"Jadi kalau pengakuannya dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti. Namun, karena waktunya mepet sehingga dia naik pakai seragam itu ke pesawat sampai ke Bandara Soekarno-Hatta," kata Yandri dikutip dari Tribun Jakarta.

Pihak Batik Air pun tidak melanjutkan proses hukum terhadap KN. Yandri mengatakan pihak maskapai hanya meminta KN membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut ke depannya.

“Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun, bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,” ucap Yandri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.