Penyitaan Tanker Rusia-Venezuela Ungkap Fakta AS Ternyata Butuh Inggris untuk Tekan Putin
January 10, 2026 09:42 AM

Operasi penyitaan kapal tanker minyak Marinera di Atlantik Utara membuka fakta baru dalam dinamika geopolitik global.

Yakni ketergantungan Amerika Serikat terhadap Inggris dalam menekan Rusia dan menegakkan sanksi internasional.

Kasus ini mencuat setelah pasukan Amerika Serikat, dengan dukungan Inggris.

Berhasil mencegat dan merebut kapal tanker berbendera Rusia yang diduga terkait jaringan penghindaran sanksi minyak Rusia, Venezuela, dan Iran.

Operasi tersebut dilakukan pada Kamis (8/1/2026), di perairan antara Islandia dan Skotlandia, setelah Marinera sebelumnya sempat lolos dari upaya penyitaan di kawasan Karibia.

Sejumlah pesawat angkut militer Amerika Serikat dilaporkan mendarat di pangkalan Royal Air Force (RAF) di Inggris sebelum operasi dilakukan, menandakan keterlibatan strategis London dalam misi tersebut.

Mantan pejabat Pentagon, Laksamana Muda Mike Hewitt, menilai keberhasilan penyitaan hampir mustahil tercapai tanpa dukungan Inggris.

Terutama dalam aspek pangkalan militer, intelijen, dan pengawasan Atlantik Utara.

Ia menegaskan hubungan militer Amerika Serikat dan Inggris tetap solid.

Meskipun terdapat ketegangan politik antara Presiden Donald Trump dan sekutu NATO terkait sejumlah isu global.

Penyitaan Marinera juga dinilai menjadi pukulan simbolik bagi Presiden Rusia Vladimir Putin, mengingat kapal tersebut diduga bagian dari “armada bayangan” yang selama ini digunakan Moskow untuk menghindari sanksi Barat.

Di sisi lain, operasi ini menunjukkan kontradiksi kebijakan Trump.

Yang kerap melontarkan kritik terhadap NATO dan Inggris, namun tetap membutuhkan peran London dalam operasi strategis berskala global.

Amerika Serikat dan Inggris disebut akan meningkatkan kerja sama untuk menargetkan kapal tanker lainnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.