SURYA.CO.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan kejadian tak terduga saat retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).
Purbaya mengaku mendapatkan sindiran keras dari Presiden Prabowo Subianto terkait performa sistem perpajakan dan bea cukai nasional.
"Saya disindir lagi dalam pertemuan kemarin dengan presiden di Hambalang, 'dia bilang apakah kita akan mau dikibuli terus oleh (orang) pajak dan bea cukai?'" ungkap Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa, dikutip SURYA.CO.ID dari Tribunnews.com, Jumat (9/1/2026).
Meski sindiran tersebut tidak ditujukan secara tatap muka langsung, Purbaya mengaku pesan Presiden sangat mengena.
"Itu pesan ke saya dari presiden, walaupun (Presiden) nggak melihat ke saya, tapi deg kan ke sini," imbuhnya.
Menindaklanjuti teguran Presiden, Menkeu berjanji akan melakukan perbaikan sistem, termasuk optimalisasi Coretax dan pengawasan di Direktorat Jenderal Bea Cukai.
Saat ini, Menkeu Purbaya fokus memberantas praktik under invoicing atau manipulasi nilai transaksi demi menghindari pajak.
Kemenkeu telah mendeteksi kebocoran signifikan pada sektor ekspor sawit melalui analisis data tim National Single Window (LNSW).
"Kita bisa deteksi bahwa beberapa perusahaan sawit melakukan under invoicing ekspor separuh dari nilai ekspornya," tutur Purbaya.
Ia menegaskan, akan menggunakan teknologi untuk menutup celah ini.
"Itu akan kita kejar ke depan dan mereka nggak bisa main-main lagi."
"Kita akan pakai teknologi AI segala macam untuk memastikan semua potensinya kita dapatkan dan nggak bocor."
Selain sektor komoditas, Purbaya juga mengungkap keberadaan industri liar di sektor baja dan bahan bangunan yang beroperasi secara tertutup demi menghindari Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
"Kalau anda tahu, pajak juga banyak industri-industri liar yang engga kena pajak. Ada yang saya tahu baja dan bahan bangunan," papar Purbaya.
Ia menyebut praktik ini melibatkan pengusaha asing yang bertransaksi secara tunai langsung ke klien.
"Pengusahanya dari China, punya perusahaan di sini, orang China semua, nggak bisa bahasa Indonesia, jual langsung ke klien cash basis nggak bayar PPN, saya rugi banyak itu, nanti akan kita tindak dengan cepat ada baja, ada perusahaan bangunan tadi."
Purbaya mengakui praktik ilegal tersebut seharusnya sudah terdeteksi sejak lama.
Sebagai langkah nyata, ia berkomitmen melakukan restrukturisasi internal agar Ditjen Pajak dan Bea Cukai bekerja lebih profesional.
"Kalau baja saja potensinya kata orang yang sudah insaf itu setahun bisa Rp 4 triliun lebih, jadi besar itu banyak perusahaan."
"Jadi kita akan rapikan organisasi pajak dan bea cukai supaya bekerja lebih serius ke depan," tegasnya.
Presiden Prabowo mengadakan retreat bersama para Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).
"Jadi pada hari ini, Selasa tanggal 6 Januari 2026, Bapak Presiden mengundang seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk mengikuti pengarahan dari beliau yang diberi judulnya etreat," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Hambalang.
Prasetyo mengungkapkan, Prabowo memang memiliki keinginan agar retreat diadakan secara rutin, setelah kegiatan retreat selama beberapa hari di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, pada Oktober 2024 lalu.
Hambalang dipilih sebagai lokasi retreat karena situasinya memungkinkan, sehingga jajarannya tidak perlu jauh-jauh ke daerah lain.
"Sebenarnya beliau menghendaki secara rutin juga akan melaksanakan retreat dan namun melihat situasi dan kondisi untuk tahun ini retreat-nya dilaksanakan di Hambalang," ujar Prasetyo.
Lebih lanjut Prasetyo menyampaikan, retreat memiliki makna tersendiri bagi Prabowo.
Selain memberikan arahan, kegiatan ini juga berfungsi untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh program dan kinerja pemerintah selama setahun penuh sejak dilantik.
"Dan tentunya diawali dengan melakukan evaluasi terhadap seluruh program, kinerja pemerintah selama satu tahun masa kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran Rakabuming Raka," jelas Prasetyo.
Pada Selasa (6/1/2026) siang, sejumlah menteri sudah terlihat berdatangan ke Hambalang.
Satu per satu, mobil berpelat RI berjajar anteri masuk gerbang untuk menghadiri rapat.
Beberapa menteri pun tampak memakai baju kemeja coklat muda di antaranya Menko Perekonomian (Menko), Airlangga Hartarto serta Menkeu Purbaya.
Saat ditanya wartawan, Airlangga mengatakan para menteri dan wakil menteri akan mendengar arahan dari Presiden Prabowo.
"Ya nanti tentu ada pembicaraan, program-program," ujar Airlangga.
===
Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.
Klik di sini untuk untuk bergabung