Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Sebagian area kamp militer Amerika Serikat Zukeran di Prefektur Okinawa diperkirakan akan dikembalikan kepada pihak Jepang pada akhir tahun fiskal 2026.
Area yang akan dikembalikan mencakup sekitar 5 hektare dan merupakan bagian dari rencana pengembalian fasilitas militer AS di wilayah selatan Pangkalan Kadena.
Informasi ini diungkapkan sejumlah pejabat pemerintah Jepang.
"Jika terealisasi, pengembalian ini akan menjadi yang pertama sejak pengembalian sebagian area pasokan militer AS Makko seluas sekitar 0,19 hektare pada Mei 2021 lalu," ungkap sumber Tribunnews.com Jumat (9/1/2026).
Pengembalian kawasan tersebut sebenarnya telah masuk dalam target implementasi perjanjian Jepang–AS paling cepat tahun fiskal 2024. Namun, pelaksanaannya mengalami keterlambatan.
Baca juga: Tujuh Warga Negara Indonesia Ditangkap di Niigata Jepang, Diduga Overstay hingga 8 Tahun
Area yang akan dikembalikan berada di Kawasan Perumahan Kishaba di Kamp Zukeran, yang terletak di Desa Kitanakagusuku.
Kawasan ini selama ini digunakan sebagai permukiman personel militer AS dan keluarga tanggungan. Rencananya, para penghuni akan dipindahkan ke lokasi alternatif di dalam kamp.
Pemerintah Jepang berencana mengelola lahan pascapengembalian bersama pemerintah prefektur dan pihak terkait.
Konsep pemanfaatannya antara lain untuk pelebaran pintu masuk Kishaba Smart IC di Jalan Tol Okinawa serta pelebaran Jalan Prefektur No. 81 (jalur Ginowan–Kitanakagusuku) yang membentang di sepanjang lokasi tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas dan meningkatkan kualitas hidup warga.
Pejabat pemerintah menyebut proyek tersebut sebagai “bentuk pengurangan beban pangkalan yang terlihat” bagi masyarakat Okinawa.
Sejumlah pejabat menilai, percepatan pengurangan beban pangkalan militer menjadi isu penting menjelang pemilihan gubernur Okinawa yang masa jabatannya berakhir pada September mendatang.
Terkait hal ini, Shinjiro Koizumi, Menteri Pertahanan Jepang, pada 8 Januari menyatakan bahwa Jepang dan Amerika Serikat tengah berkoordinasi untuk menutup salah satu helipad pesawat militer AS di Kota Nago, Prefektur Okinawa.
Koizumi menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan di Kota Naha.
Penutupan helipad tersebut merupakan respons atas keluhan kebisingan yang selama ini disuarakan pemerintah daerah dan warga setempat.
Diskusi militer di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com