Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Segelas air lemon kerap identik dengan ritual pagi hari.
Banyak orang meyakini kebiasaan ini sebagai langkah awal hidup sehat, mulai dari detoks tubuh, menjaga pencernaan, hingga meningkatkan hidrasi.
Namun, benarkah pagi hari adalah satu-satunya waktu terbaik untuk minum air lemon?
Dilansir dari Health, Ahli diet dan penulis kesehatan Merve Ceylan menyebut air lemon sebagai minuman sederhana yang manfaatnya tidak terikat jam tertentu.
Menurutnya, yang terpenting bukan kapan diminum, melainkan bagaimana tubuh meresponsnya.
Baca juga: 6 Manfaat Air Lemon Dalam Keberhasilan Dietmu, Rendah Kalori dan Bisa Menekan Rasa Lapar
“Air lemon adalah minuman rendah kalori yang dapat membantu menghidrasi tubuh dan menyediakan vitamin C. Minuman ini juga dapat membantu pencernaan," tulisnya di Health dilansir, Jumat (9/1/2026).
Banyak orang memilih minum air lemon di pagi hari untuk menggantikan cairan tubuh setelah tidur malam.
Sensasi segar dan rasa asam ringan sering membuat tubuh terasa lebih ‘bangun’ dan siap beraktivitas.
Namun Merve menegaskan, air lemon tetap memberi manfaat meski diminum di waktu lain.
Siang hari saat tubuh mulai lelah, sore hari ketika hidrasi berkurang, hingga malam hari setelah makan, semuanya tetap memungkinkan.
Setelah Makan, Lebih Bersahabat untuk Lambung Sensitif
Bagi sebagian orang, minum air lemon saat perut kosong justru menimbulkan rasa tidak nyaman. Hal ini berkaitan dengan sifat asam lemon yang cukup kuat.
“Karena air lemon bersifat asam, meminumnya bersama atau setelah makan mungkin juga lebih nyaman bagi orang yang memiliki perut sensitif,"imbuhnya.
Meminumnya setelah makan juga dikaitkan dengan rasa lebih ringan di perut.
Air lemon dipercaya dapat membantu kerja sistem pencernaan, terutama pada mereka yang sering merasa begah atau kembung.
Dalam gaya hidup modern yang serba cepat, banyak orang lupa minum air putih dalam jumlah cukup.
Di sinilah air lemon sering menjadi ‘penyelamat’, bukan karena kandungan ajaibnya, melainkan karena rasanya yang lebih menarik.
Air lemon tidak lebih unggul dari air putih dalam hal hidrasi, tetapi aromanya dapat mendorong seseorang minum lebih banyak.
Ditambah lagi, air lemon sangat rendah kalori dan gula, sehingga kerap dipilih sebagai alternatif minuman manis.
Memeras satu buah lemon ke dalam air juga dapat menyumbang sekitar 21 persen kebutuhan harian vitamin C.
Nutrisi ini berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh, kesehatan kulit, serta membantu penyerapan zat besi.
Meski sering dikaitkan dengan kesehatan pencernaan, Merve mengingatkan bahwa air lemon bukan solusi instan untuk masalah lambung atau gangguan cerna.
“Ini mungkin karena jus lemon dapat merangsang produksi asam lambung,"jelasnya.
Asam lambung membantu mengaktifkan enzim pencernaan yang memecah makanan dan mempercepat proses cerna.
Namun, efek ini tidak selalu signifikan dan sangat bergantung pada kondisi masing-masing individu.
Di balik kesegarannya, air lemon tetap memiliki risiko jika dikonsumsi berlebihan.
Kandungan asamnya dapat memicu ketidaknyamanan pada orang dengan lambung sensitif.
Selain itu, pada kondisi tertentu seperti jenis batu ginjal tertentu, konsumsi air lemon sebaiknya tidak dilakukan tanpa konsultasi medis.
Pada akhirnya, minum air lemon adalah soal kebiasaan dan kenyamanan. Tidak harus pagi hari, tidak pula wajib setiap hari.
Selama tubuh terasa nyaman dan kebutuhan cairan terpenuhi, air lemon bisa menjadi bagian kecil dari gaya hidup sehat yang realistis dan berkelanjutan.