TRIBUNNEWS.COM – Final ideal Piala Super Spanyol 2026 berpotensi mempertemukan dua raksasa abadi, Real Madrid dan Barcelona, dalam duel yang sarat gengsi, sejarah, serta tekanan psikologis. Namun, di balik kemegahan El Clasico, terdapat dua fakta yang membuat posisi Los Blancos tak sepenuhnya nyaman: trauma laga besar dan rekor sempurna Hansi Flick di partai final.
Pertandingan final Piala Super Spanyol 2026 antara Barcelona vs Real Madrid akan digelar di King Abdullah Sport City Stadium, Jeddah, Arab Saudi pada Senin (12/1/2026) pukul 02.00 WIB.
Real Madrid datang ke Piala Super Spanyol dengan beban mental yang belum sepenuhnya hilang. Performa inkonsisten di Liga Spanyol yang membuat posisinya di tabel klasemen kian menjauh dari Barcelona.
Di bawah asuhan Xabi Alonso, Real Madrid memang menunjukkan progres, namun laga-laga final selalu menjadi ujian berbeda. Tekanan, ekspektasi, dan sorotan publik menjadikan setiap kesalahan terasa berlipat ganda.
Jika kembali bertemu Barcelona di partai puncak, Real Madrid bukan hanya melawan rival, tetapi juga melawan trauma mereka sendiri.
Musim lalu, Real Madrid selalu kalah dari Barcelona di dua partai final, Piala Super Spanyol dan Copa del Rey.
Hansi Flick memiliki rekor luar biasa di babak final—sebuah catatan yang bahkan bisa membuat Real Madrid trauma menjelang final Piala Super Spanyol pekan depan.
Sepanjang kariernya sebagai manajer, Flick telah menjalani tujuh pertandingan final dan tidak pernah kalah sekali pun. Kecintaannya pada laga-laga penting dimulai pada Juli 2020, saat ia membawa Bayern Munich menaklukkan Bayer Leverkusen 4-2 di final Piala Jerman.
Hanya lebih dari sebulan kemudian, setelah secara fenomenal menghancurkan Barcelona 8-2 di perempat final Liga Champions, Flick menambah koleksi trofinya dengan mengamankan gelar Liga Champions usai menundukkan Paris Saint-Germain 1-0.
Baca juga: El Clasico di Final Piala Super Spanyol, Harapan Pemain Barcelona Terwujud, Mbappe Comeback
Rentetan kemenangan tanpa ampun itu berlanjut sepanjang 2020 hingga awal 2021, dengan menambahkan Piala Super UEFA (mengalahkan Sevilla), Piala Super Jerman (mengalahkan Dortmund), serta Piala Dunia Antarklub (mengalahkan Tigres) ke lemari trofinya.
Sejak tiba di Catalonia, Flick mempertahankan rekor sempurna ini. Kesuksesan pertamanya bersama Barcelona diraih melawan Real Madrid dengan skor 5-2 di Piala Super Spanyol musim lalu.
Pada 26 April 2025, ia kembali menundukkan rival abadi tersebut 3-2 melalui perpanjangan waktu di final Copa del Rey, menegaskan dominasinya dalam laga-laga krusial.
Menariknya, sepanjang kariernya, Flick belum pernah tampil dua kali di final kompetisi yang sama dan itu akan berubah pada pekan depan ketika ia kembali menghadapi Real Madrid di final Piala Super Spanyol.
Flick pun merasa timnya telah siap menghadapi final, setelah menyaksikan performa impresif Barcelona saat membantai Athletic Bilbao 5-0 di semifinal. Menurutnya, para pemain kini memahami skema yang diterapkannya dengan sangat baik.
“Kami berada di posisi yang bagus dan saya menyukai bagaimana kami saling terhubung di lapangan. Itu menunjukkan kualitas yang kami miliki, dan saya sangat puas,” ujar Flick, dikutip dari laman resmi Barcelona.
Bayern Munchen:
Barcelona:
(Tribunnews.com/Ali)