Sejumlah Kepala Daerah di Sulsel Merapat ke PSI, Diperkenalkan saat Rakernas
January 10, 2026 04:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Sejumlah kepala daerah di Sulsel dikabarkan akan bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Mereka akan diperkenalkan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Hotel Claro Makassar pada 29 sampai 31 Januari 2026.

Sebelum rakernas, akan diadakan pelantikan pengurus DPW, DPD Kaupaten/Kota dan DPC Kecamatan PSI Sulsel pada 28 Januari.

Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) PSI Sulsel, Andi Ikhsan Hamid, mengatakan pihaknya masih menuntaskan konsolidasi struktur kepengurusan menjelang Rakernas.

“DPW PSI Sulsel telah merampungkan kepengurusan 24 DPD, ditambah 313 pengurus DPC," ujarnya saat Press Conferencen Rakernas PSI di Hotel Calro, Jl AP Pettarani Makassar, Sabtu (10/1/2026).

PSI Sulsel juga tengah bersiap menyambut bergabungnya sejumlah tokoh penting dari Sulsel. 

Baca juga: Jokowi Bakal Hadiri Rakernas PSI di Makassar, Sosok Mr J Gabung ke Partai Kaesang Pangarep

Namun ia enggan membuka identitas para tokoh tersebut ke publik.

“Kalau dibuka sekarang, bukan kejutan lagi,” ungkapnya.

Kejutan tidak hanya berasal dari kalangan tokoh politik biasa, tetapi juga dari unsur kepala daerah yang aktif menjabat.

“Termasuk kepala daerah, ada. Kita tunggu kejutannya,” kata dia.

Kepala daerah tersebut direncanakan akan masuk dalam struktur kepengurusan PSI, baik di tingkat DPD maupun DPW Sulsel.

“Memang ada kepala daerah yang akan masuk dalam struktur, baik di DPD maupun di DPW. Namun itu akan menjadi kejutan pada saat Rakernas nanti,” jelasnya.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Adi Suryadi Culla, mengatakan bahwa perpindahan figur sentral dalam partai politik menunjukkan kuatnya faktor kepemimpinan dalam memanajemen dan menjaga soliditas internal partai.

“Dalam konteks ini, kepindahan tokoh akan menimbulkan dampak signifikan. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya peran kepemimpinan dalam mengelola partai,” katanya.

Partai yang ditinggalkan akan menghadapi tantangan serius, terutama dalam mempertahankan posisinya sebagai partai dengan perolehan suara terbesar. 

Selain itu, solidaritas kader juga berpotensi terganggu karena proses transisi kepemimpinan kerap diikuti oleh perpindahan kader lainnya.

“Pertanyaannya kemudian, apakah partai yang ditinggalkan masih mampu bertahan dan menjaga dominasinya. Biasanya, perpindahan tokoh utama akan diikuti oleh kader-kader lain,” jelasnya.

Di sisi lain, Adi menilai jika benar RMS pindah, hal itu justru dapat menjadi modal besar bagi PSI untuk memperkuat daya saing politiknya. 

Kehadiran figur berpengaruh dinilai mampu menghadirkan energi baru serta membentuk habitus politik yang berbeda di internal partai.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan terberat bagi PSI adalah membangun konsolidasi organisasi hingga ke akar rumput, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga ranting.

“Konsolidasi partai tidak mudah. Itu sangat ditentukan oleh simbol dan figur kepemimpinan. Pengaruh tokoh memang penting, tetapi harus diiringi dengan penguatan kelembagaan,” ujarnya.

 


 
 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.