Cerita Nisya Termakan Janji Manis, Rungkad Rp 30 Juta, Kebohongan Ngaku Pramugari Jadi Jalan Keluar
January 10, 2026 07:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Di balik seragam rapi dan senyum khas seorang pramugari, tersimpan kisah pilu tentang mimpi yang kandas sebelum sempat terbang.

Khairun Nisya (23), perempuan asal Palembang, Sumatera Selatan, harus menelan kenyataan pahit setelah harapannya menjadi pramugari justru berujung pada pengalaman menyakitkan sebagai korban penipuan.

Janji manis yang ia percaya membuatnya kehilangan uang puluhan juta rupiah, sementara rasa malu dan tekanan batin mendorongnya mengambil jalan keliru dengan menyamar sebagai pramugari gadungan Batik Air.

Baca juga: Ulah Nisya Jadi Pramugari Gadungan Bikin Batik Air Emosi, Penyamaran Bisa Kikis Kepercayaan Publik

Asa Wujudkan Impian Jadi Pramugari Tapi Jalur Instan

Keinginan kuat untuk meraih cita-cita menjadi pramugari awalnya membawa Nisya meninggalkan kampung halamannya menuju Jakarta.

Ia tergiur tawaran seseorang yang mengaku memiliki kemampuan meloloskannya dalam seleksi pramugari.

Harapan besar itu membuatnya berani mengambil keputusan besar, meski risikonya tak sepenuhnya ia pahami.

“Kemudian datanglah dia ke Jakarta dan ketemu seseorang yang menawarkan (menjadi pramugari) tersebut,” kata Kanit IV Indag Polres Bandara Soekarno Hatta, Iptu Agung Pujianto, dalam program Kompas Petang di YouTube Kompas TV, Kamis (8/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, oknum yang ditemuinya meyakinkan Nisya bahwa jalan menuju profesi impiannya bisa terbuka dengan syarat menyerahkan sejumlah uang.

Tanpa ragu, Nisya menyerahkan Rp30 juta dengan keyakinan bahwa masa depannya sebagai pramugari sudah di depan mata.

PRAMUGARI GADUNGAN DITANGKAP - Wanita bernama Nisya nekat menyamar jadi pramugari gadungan, dia terlihat mengenakan atribut Batik Air, ditangkap saat mendarat.
PRAMUGARI GADUNGAN DITANGKAP - Wanita bernama Nisya nekat menyamar jadi pramugari gadungan, dia terlihat mengenakan atribut Batik Air, ditangkap saat mendarat. (Kolase TribunTrends/Istimewa)

Janji Tak Terwujud

Namun, seiring berjalannya waktu, janji itu tak pernah terwujud.

“Pada dasarnya dia itu korban yang mana mau masuk (jadi) pramugari lalu menyerahkan uang Rp30 juta tapi berujung gagal.”

“Orangnya (yang meminta uang) sudah tidak bisa dihubungi,” ujar Agung.

Tak hanya kehilangan uang, Nisya juga kehilangan kepercayaan dan harapan.

Rasa malu yang kian menumpuk karena kegagalan tersebut membuatnya terjebak dalam tekanan psikologis.

Susun dan Lakukan Kebohongan

Ia tak sanggup mengakui kenyataan kepada keluarga di Palembang.

Dari situlah kebohongan mulai dipilih sebagai jalan keluar.

Nisya berpura-pura telah berhasil menjadi pramugari dengan mengenakan atribut lengkap dan mengunggah foto-foto di media sosial, seolah mimpinya benar-benar terwujud.

Upaya menutupi kegagalan itu bahkan dilakukan hingga ke lingkaran terdekatnya.

Iptu Agung mengungkapkan bahwa Nisya sempat berfoto bersama kedua orang tuanya dengan mengenakan atribut pramugari palsu.

“Bahkan sempat memposting di media sosialnya dan berfoto-foto bareng orang tuanya dengan mengenakan pakaian pramugari lengkap,” tuturnya.

Dalam setiap unggahan, tersimpan beban berat antara rasa bersalah dan keinginan kuat untuk menjaga harga diri di hadapan keluarga.

Pamer Kartu Identitas Maskapai Penerbangan

Nisya sengaja mengenakan seragam pramugari secara lengkap, termasuk kartu identitas sekolah pramugari Batik Air, demi menutupi kegagalannya saat seleksi dan rasa malu yang menghantui.

Namun, kebohongan itu akhirnya terbongkar ketika ia diamankan dan diinterogasi oleh pihak berwajib di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Saat itulah Nisya mengungkap alasan sebenarnya di balik penyamaran yang ia lakukan.

Kisah Nisya menjadi potret pahit tentang mimpi besar yang tak dibarengi kehati-hatian, hingga berujung pada luka mendalam, baik secara materi maupun emosional.

Di balik seragam palsu itu, tersimpan cerita tentang penipuan yang menyakitkan, tekanan batin yang berat, dan seorang perempuan muda yang tersesat karena tak sanggup menghadapi rasa malu akibat kegagalan.

(TribunTrends.com/TribunSumsel)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.