TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III), Letjen Bambang Trisnohadi, memimpin penanaman mangrove di Kampung Saubeba, Distrik Manokwari Utara, Papua Barat, Jumat (9/1/2026).
Kegiatan yang melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat ini untuk memperingati Hari Menanam Sejuta Pohon Sedunia tiap 10 Januari 2026.
Pangkogabwilhan III mengatakan mangrove memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi kehidupan masyarakat Papua Barat, baik dari sisi ekologi maupun ekonomi.
“Mangrove di Papua Barat memiliki nilai yang sangat besar. Selain menopang perekonomian masyarakat, mangrove juga menjaga garis pantai, melindungi dari erosi dan abrasi, serta menjadi habitat penting bagi biota laut,” ujar Bambang Trisnohadi.
Ia menambahkan, hutan mangrove juga berperan penting dalam mengurangi dampak perubahan iklim, khususnya bagi wilayah pesisir.
Baca juga: Digagas Markus Marlen Iba, Wabub Bintuni Luncurkan Pemanfaatan Briket Mangrove Pengganti Kayu Bakar
Menurutnya, Papua Barat dikenal sebagai satu di antara daerah dengan hutan mangrove terluas di dunia, yang diperkirakan mencapai sekitar 500.000 hektare. Kondisi tersebut harus dijaga demi keberlanjutan lingkungan hidup.
“Apa yang kita lakukan ini mungkin terlihat kecil. Dari target sejuta pohon, kita menanam sekitar 1.500 pohon. Namun, kita berharap kegiatan ini menjadi pemicu dan memiliki dampak jangka panjang ke depan,” kata Bambang Trisnohadi.
Ia menyebut penanaman mangrove ini sebagai bentuk investasi lingkungan untuk mewujudkan Papua Barat yang lebih hijau, lestari, produktif, sehat, dan sejahtera.
Sementara itu, Kepala Kampung Saubeba, Yunus Bomoi, menyambut baik kegiatan penanaman mangrove tersebut.
Ia menilai keberadaan mangrove sangat membantu masyarakat pesisir dalam melindungi wilayah kampung.
Baca juga: Konservasi Mangrove untuk Ekowisata di Kampung Saubeba
“Kami sangat senang dengan penanaman mangrove ini karena dapat melindungi daerah kami, supaya air laut tidak masuk dan tidak terjadi abrasi ke darat,” kata Yunus.
Menurutnya, hutan mangrove juga memberikan manfaat langsung bagi nelayan setempat karena menjadi tempat hidup ikan.
“Dengan adanya mangrove, ikan bisa lebih dekat dengan kami. Jadi masyarakat tidak perlu lagi pergi jauh ke tengah laut untuk mencari ikan,” katanya.
Ia berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem mangrove di Papua Barat semakin meningkat demi keberlangsungan lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang.