TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - TNI Angkatan Darat terus bekerja keras untuk membantu pemulihan wilayah bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Ribuan prajurit dikerahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir serta memulihkan infrastruktur.
Hingga Sabtu (10/1/2026), TNI AD setidaknya sudah menyelesaikan pembangunan 17 jembatan bailey di sejumlah lokasi.
Adapun TNI AD menargetkan bisa menyelesaikan 40 jembatan bailey di tiga provinsi yakni Aceh, Sumut dan Sumbar.
"Hingga saat ini, TNI AD telah membangun 17 jembatan bailey dengan target 40 unit. Sementara itu, jembatan aramco yang telah siap berjumlah 13 unit dan akan terus bertambah hingga mencapai 50 titik," kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Sabtu (10/1/2026), dikutip dari Kompas.com.
Maruli menyebut, pembangunan jembatan bailey ini dilaksanakan secara profesional dengan perencanaan yang matang dan konstruksinya yang kuat.
Jembatan bailey yang dibangun oleh TNI mampu menopang kendaraan berat sehingga diharapkan bisa mempercepat pemulihan.
Pada Jumat (9/1/2026) kemarin, Maruli juga meninjau langsung pembangunan jembatan aramco di Kelurahan Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, untuk memastikan percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana.
Baca juga: Wali Kota Magelang Usulkan Penataan Pedestrian Ahmad Yani–Pakelan ke Pusat untuk Atasi Banjir
Ia menyebutkan, jembatan tersebut memiliki peran strategis sebagai akses vital untuk memulihkan mobilitas warga, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung percepatan bantuan kemanusiaan dan aktivitas masyarakat.
Selain membangun jembatan, TNI AD juga mengerahkan 35 unit alat berat, termasuk 10 dump truk, guna mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak, khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Maruli menegaskan, percepatan pemulihan membutuhkan kerja keras, koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif masyarakat agar hasil pembangunan benar-benar tepat sasaran.
Ia juga menyampaikan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap percepatan rehabilitasi pascabencana.
Menurut dia, fokus pemulihan tidak hanya pada pembangunan jembatan, tetapi juga perumahan, sarana dasar, dan penyediaan air bersih di sekolah guna mendukung masyarakat kembali beraktivitas secara normal dan berkelanjutan.
Seluruh program pemulihan tersebut, diarahkan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat dan mampu memperkuat ketahanan wilayah pascabencana.