TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Kawasan rawan banjir di jantung Kota Magelang menjadi perhatian Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono.
Ia mengusulkan adanya penataan pedestrian dari Jalan Ahmad Yani hingga Pakelan kepada Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Usulan tersebut disampaikan Damar kepada AHY usai keduanya menunaikan ibadah salat Jumat di masjid Pemkot Magelang, Jumat (9/1/2026).
“Saya sampaikan mengenai keadaan di Kota Magelang. Alhamdulillah kondusif, aman terus. Kami juga menyinggung soal bantuan dari pemerintah pusat untuk mendorong pembangunan infrastruktur di Kota Magelang,” ujar Damar.
Menurutnya, Pemerintah Kota Magelang mengupayakan pembangunan pedestrian yang berada di dalam wilayah kota, seperti kawasan depan Akademi Militer (Akmil) Magelang dan Jalan Gatot Subroto.
“Nanti kita konsennya di pedestrian dulu, karena itu masuknya ke dalam kota. Kalau yang lain, nanti saya rembukan juga dengan kabupaten,” katanya.
Baca juga: Banjir Sungai Bawah Tanah Pantai Baron Hanyutkan 15 Perahu Nelayan
Damar menilai kawasan depan Akmil perlu segera ditata agar tidak lagi menjadi titik langganan banjir sekaligus memperindah wajah kota.
“Yang depan Akmil supaya lebih cepat tidak banjir lagi, supaya lebih bagus lagi dan menarik,” ujarnya.
Pedestrian tersebut diusulkan karena kawasan tersebut sudah lama mengalami persoalan genangan air saat hujan deras.
“Kalau hujan deres itu banjirnya sampai meluber, dari Ahmad Yani pas tikungan itu sampai ke Pakelan,” ungkap Damar.
Adapun kawasan pedestrian yang diusulkan membentang dari tikungan Jalan Ahmad Yani, sekitar kawasan Kuliner Kartika, hingga wilayah Pakelan.
Selain pedestrian, Pemkot Magelang juga mewacanakan penataan simpang empat Artos Mall yang kerap mengalami kepadatan arus lalu lintas
Namun menurut Damar, skema pembangunannya perlu dilakukan kajian terlebih dahulu.
“Kalau yang depan Artos itu jalur nasional. Skemanya nanti seperti apa, apakah underpass atau flyover, itu perlu kajian,” jelasnya. (tro)