TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Gunungkidul pada Jumat (9/1/2026) malam memicu banjir di aliran sungai bawah tanah Pantai Baron.
Akibat banjir ini, sebanyak 15 perahu milik nelayan tenggelam dan satu lainnya terseret ke tengah laut.
Hingga Sabtu (10/1/2026) siang, debit air di sungai bawah tanah Pantai Baron masih sangat besar.
Bahkan air yang mengalir dari mulut goa meluber dengan warga cokelat pekat.
Dikutip dari Kompas.com, anggota Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Eko Suprihatin, mengatakan banjir mulai terjadi sekitar pukul pukul 23.30 WIB.
Sebelum banjir, hujan lebat memang mengguyur wilayah Baron dan sekitarnya.
Sejumlah anggota SAR dan warga melaksanakan kegiatan ronda di sekitar Pantai Baron untuk memantau ketinggian air.
"Saat itu hujan cukup deras dan disertai angin, air tiba-tiba datang," kata Eko ditemui di Pantai Baron, Sabtu.
Baca juga: Dikunjungi 5 Juta Wisatawan Sepanjang 2025, Teras Malioboro Catatkan Omzet Rp78 Miliar
Dia mengatakan Sabtu dini hari, sekitar pukul 00..30 WIB, air bertambah deras, warga dan nelayan tidak sempat menarik perahu yang bersandar di sekitar Pantai Baron.
Menurut Eko, ada 15 perahu yang tenggelam, dan satu di antaranya terbawa sampai ke tengah laut.
"Ada satu kapal yang terseret ke tengah laut 1 mil, tadi pagi sudah ditemukan oleh pemiliknya," ucap Eko.
"Ada sekitar 15 perahu kecil tenggelam, dan sudah diselamatkan mesin sudah mulai diperbaiki," kata dia.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Surisdiyanto, mengatakan pihaknya sudah mengimbau kepada nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar Pantai untuk berhati-hati karena curah hujan tinggi.
"Wisata aman, asal mengikuti imbauan petugas," kata Suris.
Bidang Linmas Satpol PP DIY, Suhadi, mengatakan terkait fenomena tingginya curah hujan di wilayah DIY pihaknya sudah menginstruksikan kepada seluruh Satlinmas Rescue Istimewa untuk waspada.
Pihaknya menginstruksikan untuk mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk membantu masyarakat.
"Selalu meningkatkan kewaspadaan terkait fenomena bencana hidrometeorologi," kata dia.
Pantauan Kompas.com, Sabtu, sekitar pukul 12.00 WIB, hujan gerimis masih terjadi di wilayah Baron, debit air dari sungai bawah tanah juga masih tinggi.
Selain itu, para nelayan memilih untuk memperkuat pengamanan perahu. (*)