TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) semakin dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
Kondisi ini tidak hanya terjadi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), tetapi juga merata di agen penyalur hingga penjual eceran.
Kosongnya BBM di semua titik penjualan, membuat aktivitas warga dan roda ekonomi lokal terganggu.
Salah seorang kurir makanan di Nunukan, Jordy (28), mengungkapkan bahwa sejak BBM tidak tersedia, pekerjaannya nyaris berhenti total.
Sebagai pekerja yang mengandalkan kendaraan bermotor setiap hari, ketiadaan BBM membuatnya tidak mampu menjalankan pengantaran pesanan.
“Sekarang bukan soal mahal atau tidak, tapi memang tidak ada bensin sama sekali.
SPBU kosong, agen penyalur kosong, penjual eceran juga tidak jual karena stok habis,” ujar Jordy kepada TribunKaltara.com, Sabtu (10/01/2026).
Baca juga: BBM Kembali Langka, Pendistribusian ke Nunukan Kalimantan Utara Tersendat Gegara Kapal Docking
Ia menjelaskan, biasanya dalam sehari bisa menyelesaikan belasan bahkan puluhan pesanan.
Namun dalam beberapa hari terakhir, ia terpaksa menghentikan sementara aktivitas sebagai kurir karena kendaraan tidak bisa digunakan.
“Kalau motor tidak bisa jalan, otomatis tidak bisa kerja.
Ini berdampak langsung ke penghasilan harian yang biasa kami andalkan,” tuturnya.
Jordy menilai, kelangkaan BBM yang berlangsung lebih dari beberapa hari berpotensi menekan pekerja sektor informal lainnya, seperti ojek, kurir barang, hingga pelaku usaha kecil yang bergantung pada distribusi harian.
Kondisi serupa juga dirasakan warga.
Zainuddin (29), warga Nunukan Timur, mengatakan kosongnya BBM menyulitkan mobilitas keluarga, terutama untuk memenuhi kebutuhan mendesak.
“Motor di rumah sekarang tidak bisa dipakai.
Mau beli bensin ke mana pun tidak ada.
Semua tempat kosong,” ucapnya.
Menurut Zainuddin, keterbatasan BBM membuat aktivitas rumah tangga menjadi tidak efisien.
Beberapa keperluan harus ditunda karena keterbatasan transportasi.
“Biasanya urusan belanja, antar anak, atau keperluan lain pakai motor.
Sekarang serba terbatas,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera memberikan kepastian terkait masuknya pasokan BBM ke Nunukan.
Informasi yang jelas dinilai penting agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitasnya.
“Kami hanya ingin ada kejelasan kapan BBM masuk lagi.
Supaya warga tidak terus dalam kondisi seperti ini,” ungkap Zainuddin.
Masyarakat berharap distribusi BBM dapat segera kembali normal agar aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan kehidupan sehari-hari warga tidak semakin terganggu.
(*)
Penulis: Febrianus Felis