Manajemen Malut United Ungkap Kunci Kesuksesan Tim : Filosofi Keluarga Hingga Bonus
January 10, 2026 04:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Manajamen Malut United ungkap kunci tim bisa tampil stabil di musim ini dan menjadi salah satu penantang juara.

Malut ada di peringkat empat klasemen, hanya berjarak tiga poin dengan pemuncak klasemen Borneo FC.

"Pondasi utama kami sejak tim ini dibentuk dari Liga 2 ya filosofinya itu keluarga," kata Asghar Saleh, Wakil Manajer Malut United menjawab pertanyaan surya.co.id di Stadion GBT, Surabaya, Jumat (9/1/2026).

Baca juga: Bernardo Tavares Siapkan Strategi untuk Persebaya Bisa Redam Agresivitas Lini Depan Malut United

"Jadi kami benar-benar masuk semua aspek. Kami lebur jadi sebuah keluarga sehingga ketika ada susah, susah sama-sama. Kalau senang, senang sama-sama. Jadi itu yang mengikat ke dalam," tambahnya.

Tampil Solid Meski Dihuni Pemain Baru

Prinsip itulah yang membuat Malut United tetap tampil solid meski komposisi tim musim ini dihuni mayoritas pemain baru.

Termasuk memboyong lima pemain bintang Persib Bandung, David da Silva, Ciro Alves, Gustavo Franca, Tyronne, dan Dimas Drajad.

Deretan mantan pemain Persib itu didatangkan untuk menghadirkan mental juara setelah musim lalu mereka merasakan juara bersama Persib.

"Kami percaya pemain yang kami datangkan seperti Ciro dan teman-teman dari Persib karena mentalitas juara, dan sejauh ini on the track," ucapnya.

"Melihat perkembangan tim, semangat untuk jadi juara itu benar-benar ditularkan oleh mereka," tambah Asghar Saleh.

Stimulus Bonus Setiap Menang

Upaya lain dilakukan manajemen memotivasi pemain dengan stimulus bonus setiap menang. Menghargai kerja keras pemain di lapangan.

"Dan sejauh ini pemain menikmati apa yang kami berikan. Tidak ada komplain, tidak ada masalah," terangnya.

Namun, ia selalu mengingatkan pemain agar tidak cepat puas. Karena persaingan papan atas sangat ketat.

"Saya sering bilang ke pemain jarak poin itu ilusi. Di top level kami mesti fokus karena tidak menjamin akan terus ada di top level. Kalau terpeleset ya turun," ucapnya.

"Makanya fokusnya ke tiap pertandingan yang kita hadapi," terang Asghar Saleh.

Termasuk fokus laga terdekat menghadapi Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (10/1/2026) sore.

Tak Bebani Pemain Agar Bisa Nikmati Pertandingan

Meski tim dalam ambisi besar meraih gelar juara. Ia menyebut manajemen tidak terlalu membebani pemain agar bisa menikmati pertandingan.

"Jadi untuk jangka panjang kami enggak mau membebani tim, kami fokus ke tiap game harus menang. Itu saja dulu," tegasnya.

"Kami fokusnya kayak game per game. Jadi, ini lawan Persebaya selesai. Nanti kita mikir lagi lawan berikutnya lawan Kediri, habis lawan Bhayangkara," pungkas Asghar Saleh

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.