TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wonosobo, Sabtu (10/1/2026).
Kunjungan kerja dilakukan untuk meninjau sejumlah program pangan nasional. Salah satu agenda dalam kegiatan tersebut adalah melihat langsung kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Gandok, Kecamatan Kalikajar.
Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas menyampaikan apresiasinya setelah melihat langsung kondisi fasilitas tersebut.
Baca juga: SPPG Polres Wonosobo Dukung Program MBG, Distribusikan 1.158 Paket untuk Siswa
“Tadi saya lihat bagus sekali, kebersihannya, cara mengolahnya, tata ruangnya bagus sekali. Di sini melayani ibu hamil, balita, dan anak sekolah,” ujar Zulhas.
Di hadapan warga yang hadir, Zulhas mengatakan, program gizi tidak boleh hanya berhenti pada distribusi makanan, tetapi harus menjadi penggerak ekonomi lokal.
Karena itu, SPPG diwajibkan bekerja sama dengan koperasi desa dan UMKM setempat.
“SPPG ini harus kerja sama dengan koperasi atau koperasi desa atau UMKM yang ada di desa,” kata Zulhas.
Ia menegaskan, SPPG tidak diperbolehkan mengambil bahan pangan dari pemasok besar di luar daerah.
Menurut Zulhas, desa di sekitar lokasi SPPG harus menjadi pemasok utama kebutuhan pangan.
Dengan begitu, masyarakat merasakan langsung manfaat ekonomi dari program tersebut.
“Nanti ibu-ibu tanam buah, buahnya laku. Sayur laku. Pelihara ayam, ayam laku, telur laku. Ikan laku,” katanya.
Zulhas menjelaskan, skala program pemenuhan gizi nasional sangat besar dan berpotensi menggerakkan rantai ekonomi desa.
Hingga Juni mendatang, jumlah penerima manfaat ditargetkan mencapai kurang lebih 80 juta orang.
Ia menilai, besarnya kebutuhan tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi rakyat, bukan justru menguntungkan pihak tertentu di luar desa.
Sebagai ketua tim yang ditunjuk Presiden untuk mengoordinasikan, mengevaluasi, dan menyinergikan program ini, Zulhas menegaskan bahwa setiap SPPG akan terus dipantau.
Jika tidak melibatkan ekonomi lokal, maka pelaksanaannya dapat dievaluasi.
Selain aspek ekonomi, Zulhas juga menekankan pentingnya standar kesehatan dan kebersihan.
SPPG harus dikelola secara higienis dan memenuhi sertifikasi yang ditetapkan agar aman bagi ibu hamil, balita, dan anak sekolah.
Menurutnya, keberhasilan program ini akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan dan menjadi fondasi bagi kemajuan bangsa. (ima)
Baca juga: TPA Wonorejo Wonosobo Uji Hanggar Olah Sampah 5 Ton per Hari, Tahun Ini Siap Kembangkan RDF