Polda Sulut Periksa Saksi Kunci Kasus Kematian Evia Maria, Lihat Dosen DM Bawa Korban ke Mobil
January 10, 2026 06:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID,SULUT- Kuasa hukum keluarga Evia Maria Mangolo, mahasiswi UNIMA yang tewas tak wajar di tempat kos Tomohon, kembali menghadirkan saksi untuk dimintai keterangan oleh Polda Sulut, pada, Sabtu (10/1/2026).

Polda Sulut berada di jalan Bethesda No.62, Sario, Kecamatan Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Hal ini dibeber Niczem Alfa Wengen, selaku kuasa hukum keluarga, saat dikonfirmasi via whatsapp.

Baca juga: Percakapan Saksi dan Evia Mahasiswi Unima Sebelum Ditemukan Meninggal di Tomohon, Korban Menangis

"Benar hari ini penyidik meminta keterangan salah satu saksi kunci teman korban," ujar Niczem.

Niczem menjelaskan, saksi ini yang melihat langsung okum dosen DM membawa Evia ke dalam mobil.

Saksi juga yang membuntuti mobil dosen DM ini membawa korban ke beberapa tempat.

"Setelah turun dari mobil korban menceritakan kepada saksi bahwa korban telah dilecehkan oleh DM dan mereka yang melaporkan ke Dekan," tuturnya.

Menurutnya, semua rentetan peristiwa telah diceritakan oleh saksi kepada penyidik sehingga membuat kasus ini semakin terang.

"Hampir 5 jam tadi saksi dimintai keterangan sehingga kasus ini semakin terang," ungkapnya.

Kata Niczem, sampai saat ini Polda Sulut telah meminta keterangan 5 saksi yang dihadirkan oleh pihak keluarga korban.

Sehingga pihak keluarga sangat berharap kasus ini secepatnya bisa diungkap oleh Polda Sulut.

"Kami berharap pihak keluarga bisa secepatnya mendapat keadilan," pungkasnya. 

Korban sempat dibawa ke kuburan

Perlahan tapi pasti, misteri kematian Evia, mahasiswi UNIMA yang meninggal dunia tak wajar di tempat kos di Tomohon terungkap. 

Ternyata, Evia diduga sempat dibawa ke kuburan oleh oknum dosen DM.

Di sana, DM diduga ingin melakukan hal yang tidak baik. 

Hal ini diungkap salah satu saksi yang memenuhi panggilan Polda Sulut, Rabu (7/1/2026). 

"Pada tanggal 29 Desember 2025, pukul 6 sore, dia melihat Maria masuk ke dalam kos, dia bertanya kenapa kamu menangis Maria, jawab Maria ia diturunkan oleh dugaan oknum dosen ini di pinggir jalan dekat lorong," katanya. 

Ia bercerita, saksi terus bertanya. Ia menanyakan mengapa Maria menangis dan ada luka di kakinya. 

"Katanya oknum dosen itu ingin melakukan hal tidak baik pada dirinya, dan almarhumah dibawa di pekuburan," katanya. 

Ungkap dia, pihaknya menghadirkan empat orang saksi dalam pemeriksaan di polisi. 

Dua di antaranya orang tua korban

"Dua lagi pihak yang melihat secara langsung peristiwa dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen inisial DM," katanya. 

Antonius, ayah dari Evia sangat berharap kasus tersebut diungkap agar keluarga beroleh keadilan. 

Ayah, ibu dan adik dari Antoineta Evia Maria Mangolo, mahasiswi Unima yang meninggal dunia tak wajar di kosnya di Tomohon, tiba di Mapolda Sulut untuk memberi keterangan terkait penyidikan kematian anaknya, Rabu (7/1/2026) sore. 

Antonius dan Sofia, ayah dan ibu Ecia, terlihat masih agak letih. Keduanya baru saja turun dari kapal. 

Mustinya kapal itu tiba lebih cepat. 

Namun terkendala cuaca. 

Meski masih agak "jetlag", keduanya tetap bersemangat memberi keterangan demi mencari fakta kematian putri mereka. 

Di sela - sela menanti waktu pemeriksaan putrinya di ruang PPA Polda Sulut, Sofia bercerita banyak tentang sang anak.

Pesan terakhir Evia selalu ia kenang dalam kalbu. 

"Saat menelepon saya selalu ia katakan mama tinggal satu langkah lagi, banyak berdoa, kita akan wisuda, kita akan kase kebanggaan pa mama, deng mama ba langsing supaya pas baju saat kita wisuda," katanya. 

Latar belakang penuh optimistis itulah, yang membuat pihak keluarga tak yakin anaknya bunuh diri. 

Keluarga Evia didampingi kuasa hukum Niczem Alfa Wengen. 

Niczem turun full time. 

Ia didampingi 9 kuasa hukum lainnya. (FER/ART)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.