TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menampilkan karya seni rupa tiga dimensi, Rabu (7/1/2026).
Pameran karya seni ini sebagai luaran pembelajaran Mata Kuliah Pendidikan Seni Rupa pada Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026.
Kegiatan ini merupakan hasil pembelajaran berbasis proyek yang diampu oleh Dr. Lia Mareza, M.A., dosen seni rupa PGSD UMP.
Baca juga: Wujudkan UMP Purwokerto sebagai Rumah Hizbul Wathan pada Milad ke-107
Dr. Lia Mareza, M.A., menjelaskan bahwa pada semester ini mata kuliah Pendidikan Seni Rupa diikuti oleh mahasiswa semester tiga dan semester lima.
Hal tersebut terjadi karena pada tahun akademik berjalan, Prodi PGSD sedang melaksanakan dua kurikulum secara bersamaan, sehingga terdapat dua angkatan yang mengambil mata kuliah yang sama.
"Dalam mata kuliah Pendidikan Seni Rupa terdapat 14 kali pertemuan. Pada tahap awal, mahasiswa dibekali teori, kemudian setiap minggu mereka mempelajari dan mempraktikkan berbagai teknik seni rupa. Setelah menguasai teknik-teknik tersebut, mahasiswa diarahkan untuk menghasilkan sebuah produk," jelasnya.
Karya seni rupa tiga dimensi yang dihasilkan merupakan output pembelajaran selama satu semester.
Baca juga: UMP Purwokerto Raih Terbaik 4 PT Paling Aktif di Anugerah Abdidaya Ormawa 2025
Proses pengerjaan karya secara intensif dilakukan pada tiga pertemuan terakhir, sementara proses pengembangan ide dan gagasan telah dimulai sejak setelah Ujian Tengah Semester (UTS).
“Sejak setelah UTS, mahasiswa sudah mulai mempresentasikan gagasan karya. Dari situ saya melakukan kurasi untuk menilai apakah ide tersebut dapat dieksekusi secara teknis. Setelah itu, menjelang tiga pertemuan terakhir, mahasiswa mulai mengeksekusi karya secara material,” ungkap Dr. Lia Mareza, M.A.
Proyek karya seni ini dikerjakan secara kelompok dalam satu kelas. Hal tersebut dilakukan karena mata kuliah seni di PGSD mencakup seni rupa, seni musik, dan seni tari, sehingga setiap mahasiswa memiliki keunggulan yang berbeda.
Baca juga: Kampung Inggris UMP Gelar Pelatihan Bahasa untuk UMKM di Kota Lama Banyumas
“Ada mahasiswa yang menonjol pada aspek ide, ada pula yang kuat pada teknik. Oleh karena itu, saya memfasilitasi agar mereka bisa saling berkolaborasi dan belajar satu sama lain,” tambahnya.
Selama perkuliahan, mahasiswa mempelajari berbagai teknik seni rupa, mulai dari pemilihan karakter, eksplorasi warna melalui lingkaran warna, pembuatan kolase, teknik lilin, melukis dengan cat air, pastel, dan krayon, hingga menggambar sketsa tangan serta melukis objek secara langsung di lapangan.
“Semua teknik tersebut terintegrasi dan digunakan kembali saat mahasiswa membuat karya. Harapannya, mereka memiliki dasar yang kuat dan pengalaman lengkap, mulai dari proses gagasan hingga menjadi sebuah karya seni,” jelas.
Ia menegaskan bahwa pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon guru di sekolah dasar. Dengan pemahaman teknik dan proses berkarya, mahasiswa diharapkan mampu memfasilitasi kreativitas siswa secara optimal.
Baca juga: UMP Purwokerto Gelar Pelatihan Jumantik Inklusif, Pertuni: Buka Akses Penyandang Disabilitas
“Mahasiswa tidak hanya mencontohkan, tetapi mampu membimbing siswa untuk berpikir kreatif dan memahami proses penciptaan karya seni,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi PGSD UMP, Aji Heru Muslim, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan pameran mata kuliah hasil karya mahasiswa.
“Saya sangat mengapresiasi mata kuliah ini. Mahasiswa benar-benar menunjukkan keterampilan, tidak hanya sebatas teori, tetapi diwujudkan dalam karya nyata. Dalam waktu kurang lebih tiga bulan, mereka mampu menghasilkan proyek yang luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, keterampilan seni rupa tersebut sangat relevan untuk diterapkan di sekolah dasar, khususnya dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
“Selama ini proyek P5 di sekolah sering berupa kegiatan membuat makanan tradisional. Dengan keterampilan seni seperti ini, guru dapat mengarahkan proyek ke kegiatan seni rupa yang melatih kerja sama, kesabaran, kreativitas, dan nilai karakter lainnya pada siswa,” jelas Aji Heru.
Ia juga menambahkan bahwa karya mahasiswa ini memiliki nilai strategis bagi Program Studi PGSD, termasuk sebagai bagian dari bukti pembelajaran berbasis luaran dalam mendukung proses akreditasi.
“Karya-karya ini akan dipamerkan di lingkungan prodi sebagai salah satu bukti hasil pembelajaran mahasiswa,” tutupnya. (*/aqa/chy)
Baca juga: UMP Purwokerto Kian Diminati Mahasiswa Internasional, Lebih dari 8.000 Pendaftar dari 43 Negara