Mobil Ertiga dan Truk Tangki Terjun ke Jurang saat Terjadi Longsor di Colo 
January 11, 2026 07:54 AM

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Jalan di sisi barat portal pintu masuk kawasan Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, longsor, pada Jumat (9/1/2026) malam.

Akibatnya dua kendaraan, terdiri atas mobil Suzuki Ertiga dan truk tangka, terperosok ke jurang.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. 

Warga Colo, Bahrudin mengatakan, tebing longsor terjadi persis di sisi barat pintu masuk portal Colo. Peristiwa tersebut terjadi, sekitar pukul 19.30.

"Sebelumnya memang sudah hujan deras yang mengakibatkan jalan yang di bawahnya terdapat sungai longsor,” kata Bahrudin, pada Jumat malam. 

“Ada dua kendaraan yang terperosok ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter," sambungnya.

Kapolsek Dawe, AKP Budianto mengatakan, longsor dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari dan disertai angin kencang.

Kondisi tersebut menyebabkan tanah di sekitar tebing jalan menjadi labil dan tergerus air.

"Hingga akhirnya jembatan tidak mampu menahan beban dan mengalami longsor di bawahnya," kata Budianto.

Saat longsor tersebut terdapat dua mobil yang terdapat di atas jembatan turut serta terseret longsor.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

"Dua kendaraan yang yang terseret tersebut yaitu Suzuki Ertiga dan truk tangki Isuzu Elf. Para pengemudi hanya mengalami luka ringan dan telah berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan," kata Budianto.

Setelah kejadian, kata Budianto pihaknya bersama sejumlah aparat dari Polres Kudus telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Sebab, akibat longsor tersebut sebagian badan jalan menuju Desa Colo atau kawasan wisata religi Sunan Muria ambles.

"Ini anggota melakukan pengaturan arus lalu lintas, serta memberikan imbauan kepada warga agar tidak mendekati lokasi longsor guna mengantisipasi potensi longsor susulan," kata dia.

Pengangkatan 

Proses pengangkatan mobil dan truk tangki yang terperosok saat longsor di Desa Colo melibatkan petugas gabungan.

Dua kendaraan tersebut ditarik dengan tali yang tertaut pada truk crane.

"Evakuasi ini melibatkan aparat gabungan TNI, Polri, BPBD, dan instansi terkait," kata Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo.

Saat proses evakuasi tersebut, Kapolres bersama Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, langsung memantau dari lokasi kejadian.

"Kami memastikan pengamanan lokasi dan proses evakuasi berjalan aman. Personel kami siagakan untuk pengaturan lalu lintas dan pengamanan area agar proses penanganan tidak terkendala," kata Heru.

Lebih lanjut Heru mengatakan, keselamatan petugas dalam proses evakuasi dan masyarakat menjadi prioritas utama.

Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi longsor, mengingat kondisi tanah masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.

Rute dialihkan 

Rute bus yang hendak menuju ke kompleks Makam Sunan Muria dialihkan akibat longsor di jalan menuju kawasan tersebut.

Bus peziarah dialihkan untuk diparkir di Bakalankrapyak, Kaliwungu, Kudus, atau masuk ke kompleks Makam Sunan Muria melalui jalur Gembong, Kabupaten Pati.

Kasatlantas Polres Kudus mengatakan, AKP Royke Noldy Darean mengatakan, bus peziarah yang hendak menuju ke kawasan Makam Sunan Muria diarahkan untuk parkir di Bakalankrapyak.

“Rute pengalihan arus dari arah Kudus (menuju ke Makam Sunan Muria) kami parkirkan kendaraan-kendaraan bus besar kapasitas 42 seat ke atas kami parkirkan di Bakalankrapyak,” kata Royke, Sabtu (10/1/2026).

Sementara bus peziarah yang hendak menuju ke Makam Sunan Muria bisa melewati jalur timur atau jalur dari Kecamatan Gembong, Pati.

Bus tersebut nantinya melewati portal pintu masuk timur di Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe, Kudus.

Selain bus, truk dialihkan untuk melintas di jalur Colo.

“Untuk mobil pribadi dipastikan masih tetap bisa melintas,” katanya.

Longsor yang terjadi, pada Jumat (9/1/2026) malam, mengakibatkan sebagian jalan di sebelah barat portal masuk kawasan Makam Sunan Muria ambles.

Demi keamanan, kata Royke, pihaknya telah memasang water barrier di sekitar jalan longsor. Selain itu juga telah dipasang garis polisi.

Sementara Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, akan langsung koordinasi dengan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah.

Sebab, jalan tersebut merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Ini talut (jalan longsor) tambahan, ini baru, karena curah hujan tinggi aliran air sungai tersumbat akhirnya mengikis talut,” kata Sam’ani.

Lebih lanjut agar tanah di lokasi longsor tidak jenuh yang berpotensi menimbulkan longsor susulan, kata Sam’ani, pihaknya menutupnya dengan terpal.

“Kami lakukan asesmen jangan sampai tanah talud jenuh kami kasih terpal,” kata dia. (Rifqi Gozali) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.