Ketimpangan Penanganan Bencana Alam 2020 Jabar vs Banten, Warga Lebak Bosan dengan Janji Pemerintah
January 11, 2026 04:07 PM

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Potret ketimpangan penanganan bencana alam 2020 yang dilakukan oleh Pemerintah Jawa Barat (Jabar) dengan Pemerintah Provinsi Banten sangat memprihatinkan.

Pasalnya, warga korban bencana alam tahun 2020 di Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, hingga kini masih belum tertangani oleh pemerintah secara maksimal.

Sementara warga Kecamatan Sukajaya, Desa Cileksa, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang tepat bersebelahan dengan warga Lebakgedong sudah ditangani oleh pemerintah Jawa Barat.

Berdasarkan informasi dari warga, bencana alam waktu itu terjadi bersamaan antara Kabupaten Lebak dan Kabupaten Bogor. 

huntara lebak gedong msih tanah
Suasana permukiman warga korban bencana alam tahun 2020 Huntara Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Minggu (11/1/2026).

Menurut pantauan TribunBanten.com di dua wilayah yang terdampak bencana alam tahun 2020, Minggu (11/1/2026). 

Warga Huntara Kabupaten Lebak tampak masih tinggal di hunian sementara (Huntara) yang terbuat dari terpal biru yang tersusun berbaris. 

Mereka menempati Huntara kurang lebih sudah enam tahun lamanya pasca kejadian bencana alam 2020 hingga saat ini.

Kurang lebih dua Minggu yang lalu pemerintah Kabupaten Lebak bersama Golok Sakti membersihkan area lahan untuk persiapan pemerataan lahan hunian tetap (Huntap) warga. 

Namun alat berat itu ditarik kembali, lantaran adanya keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemda Lebak.

Warga Huntara sempat menyampaikan protes alat berat ditarik kembali, sementara pekerjaan pemerataan lahan belum selesai dikerjakan.

Akses jalan menuju Huntara saat ini tengah dilakukan pengerasan menggunakan batu oleh Pemerintah Provinsi Banten (Pemprov) Banten sepanjang 400 meter. 

Suasana permukiman warga korban bencana alam tahun 2020 Huntap warga Kabupaten Bogor, Minggu (11/1/2026).
Suasana permukiman warga korban bencana alam tahun 2020 Huntap warga Kabupaten Bogor, Minggu (11/1/2026). (TribunBanten.com/Misbahudin)

Saat jurnalis TribuBanten.com berada di perbatasan antara Kabupaten Lebak dan Bogor, tampak begitu kontras melihat perbedaan pembangun. 

Akses jalan Lebakgedong masih masih tanah, sementara Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor sudah hitam aspal mulus layaknya jalan Provinsi. 

Informasi yang dihimpun dari warga, pembangunan jalan aspal Bogor tersebut lebih 10 meter masuk ke Lebakgedong. 

"Sudah bosen kami kaya gini terus dapat janji pemerintah, mau sampai kiamat kali seperti ini terus," ujar Cicih, warga Huntara. 

Sementara di Huntap warga Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Jarak Huntara Lebakgedong ke permukiman warga Bogor kurang lebih hanya satu kilometer. 

Sepanjang jalan menuju permukiman warga Bogor ini  tampak begitu mulus aspal hitam, meskipun ada di atas perbukitan. 

Anak-anak kecil terlihat tengah asik bermain sepeda di jalan aspal ini. 

Warga Bogor kini sudah tidak lagi tidur di Huntara seperti warga Lebak. 

Mereka sudah bisa tidur aman, nyaman dan nyenyak tanpa harus takut bocor saat hujan maupun angin malam.

Warga Bogor sudah tinggal di Huntap yang kokoh terbuat dari tembok, layaknya komplek tersusun berbaris rapih. 

Terlihat ibu-ibu tengah asik mengobrol di saung samping rumah mereka. 

"Alhamdulilah kami sudah dapat perhatian pemerintah, hanya satu tahun lebih kami tinggal di Huntara, sudah punya Huntap jalan juga bagus," ujar Udin, warga Huntap Bogor. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.