Lubuk Basung (ANTARA) - Persatuan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) Sumatera Barat membuka pelayanan kesehatan dan trauma healing bagi masyarakat di lokasi terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam.
Ketua PDEI Sumbar Pom Harry Satria di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan PDEI Sumbar fokus kegiatan pada pelayanan kesehatan serta trauma healing bagi warga terdampak bencana.
"Pelayanan kesehatan dan trauma healing kita adakan selama dua hari 10-11 Januari 2026," katanya.
Ia mengatakan pelayanan kesehatan dan trauma healing ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Persatuan Dokter Emergensi Indonesia Wilayah Sumbar, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Agam, serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumbar.
Tim medis membawa sejumlah obat-obatan dan peralatan pendukung untuk menunjang pelayanan di lapangan.
"Kita membawa peralatan guna memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga," katanya.
Ia menambahkan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, pihaknya berencana melakukan ekspos sebagai bahan evaluasi kesiapan tanggap bencana.
Hal tersebut bertujuan agar Sumbar, khususnya Agam, semakin sigap dan responsif dalam menghadapi potensi bencana ke depan.
Sementara Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah Agam Syatria mengapresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran PDEI Sumbar beserta seluruh pihak yang terlibat atas kepedulian dan kontribusinya dalam membantu masyarakat Agam.
Kehadiran tim medis sangat berarti, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana dalam mendapatkan pelayanan kesehatan untuk memastikan kesehatan mereka
“Kehadiran para tenaga kesehatan ini tidak hanya membantu dari sisi medis, tetapi juga memberikan dukungan moril bagi masyarakat,” katanya.







