Kudus (ANTARA) - Bencana alam tanah longsor terjadi di Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga mengakibatkan tiga rumah warga terdampak, menyusul curah hujan tinggi sejak beberapa hari sebelumnya.
Kapolsek Gebog AKP Siswanto di Kudus, Minggu, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, saat warga hendak beraktivitas.
"Awalnya warga melihat tanah di depan rumah retak dan bergerak. Warga langsung menyelamatkan diri dan mengajak anggota keluarga ke luar rumah," ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, material longsoran dari tebing setinggi 10 meteran menimpa atap belakang salah satu rumah warga.
Hingga saat ini, imbuh dia, ada tiga rumah warga terdampak akibat kejadian ini.
Mendapat laporan adanya tanah longsor, pihaknya bersama jajaran langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, membantu evakuasi warga, serta membersihkan material longsor bersama relawan dan masyarakat setempat.
"Kami langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Prioritas kami memastikan keselamatan masyarakat, membantu evakuasi, serta mengantisipasi kemungkinan longsor susulan," ujarnya.
Ia menambahkan pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pemerintah desa, relawan tanggap bencana, dan unsur TNI untuk melakukan penanganan serta pemantauan lanjutan di wilayah rawan longsor.
"Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 30 juta," ujarnya.
Setelah dilakukan pembersihan material longsor secara gotong royong, akses jalan yang sempat tertutup kini sudah dapat dilalui kembali oleh warga, meski masyarakat tetap diimbau untuk berhati-hati saat melintas, terutama saat hujan.
Ia mengimbau warga yang tinggal di wilayah perbukitan dan rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat intensitas hujan tinggi, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah.







