Tarif TransJakarta Masih Dikaji, Gubernur Pramono: Pada Saatnya Saya Umumkan
January 11, 2026 05:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Wacana soal kenaikan tarif Transjakarta masih abu-abu, hingga awal 2026 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum mengambil keputusan terkait hal ini.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, sampai saat ini belum ada pembahasan khusus terkait naik atau tidaknya tarif transportasi publik tersebut.

“Untuk hal yang berkaitan dengan Transjakarta, belum ada pembahasan secara khusus naik atau tidak naik,” ucapnya saat ditemui di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (11/1/2026).

Fokus Bereskan Warisan Gubernur Sebelumnya

Pramono mengungkapkan, saat ini ia memilih memprioritaskan penyelesaian berbagai pekerjaan rumah yang ditinggalkan gubernur-gubernur sebelumnya, sebelum mengambil keputusan strategis terkait tarif transportasi publik.

“Jadi sekarang ini yang ingin saya selesaikan adalah, yang tadi saya sampaikan, apa yang menjadi peninggalan gubernur-gubernur sebelumnya yang belum selesai, saya ingin menyelesaikan itu dulu,” katanya.

Sikap ini membuat kebijakan tarif TransJakarta berada dalam posisi belum jelas, di tengah kebutuhan masyarakat akan kepastian biaya transportasi harian.

Tarif TransJakarta Akan Diumumkan Gubernur

Meski belum memutuskan, Pramono memastikan kebijakan tarif TransJakarta tidak akan dibiarkan tanpa arah. 

Ia menegaskan akan mengumumkan sendiri keputusan tersebut ketika waktunya dinilai sudah tepat.

PRAMONO DI TERMINAL - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat ditemui di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).
PRAMONO DI TERMINAL - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat ditemui di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci/Dionisius Arya Bima Suci)

“Sedangkan untuk tarif transportasi, terutama adalah TJ, TransJakarta, pada saatnya saya akan umumkan sendiri,” ucap Pramono.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa keputusan tarif TransJakarta sepenuhnya berada di tangan gubernur, bukan bocoran atau spekulasi yang berkembang di publik.

Pemprov DKI Kurangi Subsidi Transportasi

Adapun wacana penyesuaian tarif Transjakarta ini mencuat setelah Pemprov DKI Jakarta sebelumnya berencana mengurangi subsidi transportasi di tahun 2026 ini.

Pasalnya, subsidi di sektor transportasi dirasa memberatkan seiring dengan pemangkasan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat.

Untuk Transjakarta saja, Pemprov DKI Jakarta memberikan subsidi sebesar Rp9.500 per orang sehingga penumpang hanya cukup membayar Rp3.500 untuk sekali jalan.

“Kami sedang memfinalkan untuk itu, sebenarnya di tarif yang lama kami sudah memsubsidi per tiket Rp9.700. Kan ini terlalu berat kalau terus menerus,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Tarif Transjakarta Belum Ada Penyesuaian Sejak 2007

Untuk diketahui, tarif Rp3.500 yang saat ini berlaku pertama kali ditetapkan oleh Pemprov DKI Jakarta sejak 2005 silam.

20 unit bus listrik Transjakarta buatan karoseri lokal yang bakal mulai mengaspal di awal tahun 2025 ini.
20 unit bus listrik Transjakarta buatan karoseri lokal (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

Artinya sudah lebih dari 20 tahun belum ada penyesuaian tarif layanan moda transportasi unggulan warga Jakarta ini.

Berita Terkait

  • Baca juga: Lokasi Nobar Persib Vs Persija oleh Jakmania Cikarang, Bekasi dan Depok, Viking Karawang ke GBLA
  • Baca juga: The Jak Tak Perlu ke Bandung, Ini 11 Titik Tempat Nobar Persib vs Persija di Jakarta sampai Bekasi
  • Baca juga: Ziarah ke Makam MH Thamrin, Pesan Persatuan Pramono Anung untuk Kaum Betawi
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.