TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Duka masih menyelimuti keluarga Ni Komang Dewantari (31), seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Dusun Beluhu Kangin, Desa Tulamben, Karangasem, Bali yang meninggal dunia di Turkiye.
Di mata keluarga, ibu dua anak tersebut dikenal sosok pekerja keras, hingga mengadu nasib kerja di luar negeri untuk memperbaiki ekonomi keluarga.
Baca juga: BREAKING NEWS: Belum Genap 3 Bulan Bekerja, PMI Bali Ditemukan Tewas di Jepang, Masih Penyelidikan
Paman dari Komang Dewantari, I Wayan Guntur mengungkapkan, keponakannya itu berangkat bekerja ke Turkiye sekitar 5 bulan lalu.
"Dia itu bekerja mengadu nasib dengan bekerja di Turki (Turkiye) untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Dia orangnya baik sekali," ungkap Wayan Guntur, Minggu (11/1/2025).
Sosok Dewantari yang pekerja keras, rela jauh dari anak-anaknya untuk bekerja sebagai terapis di Turkiye.
Baca juga: Pastikan Legalitas Agen Sebelum Berangkat, Antisipasi TPPO, Disnaker Imbau Calon PMI Jalur Legal!
Sementara suaminya, bekerja sebagai sopir yang kerap mengangkut sayuran di Singaraja.
Dewantari meninggalkan dua orang anak yang masih kecil, masing-masing kelas 5 SD dan kelas 2 SD.
"Jenazah sudah mekinsan ring gni (dibakar) di Setra Tulamben kemarin (Sabtu 10/1/2025)," ungkap Wayan Guntur.
Baca juga: Kematian PMI Buleleng di Jepang Masih Diselidiki, Jenazah Ditemukan di Gudang
Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui secara pasti apa penyebab meninggalnya Komang Dewantari.
Pihak keluarga hanya mendapatkan informasi jika jenazah Komang Dewantari ditemukan di pantai, Selasa (23/12/2025) lalu.
Sementara jenazah yang tiba, Kamis (8/1/2026) sudah dalam keadaan bekas dilakukan autopsi.
"Hasil autopsinya belum keluar lengkap, hanya dijelaskan tidak ada tanda-tanda kekerasan," ungkap dia. (*)