POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sejumlah warga RT 02/RW 01 Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang gotong royong melakukan aksi pungut sampah di wilayah setempat.
Pantauan POS-KUPANG.COM, aksi pungut sampah ini dilakukan pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 16.00 wita.
Sejumlah warga baik laki-laki maupun perempuan, kaum muda serta anak-anak terlibat dalam kegiatan pungut sampah ini. Dalam aksi pungut sampah, warga ada yang membawa sapu lidi, karung plastik dan alat pemotong.
Sampah yang menjadi fokus adalah sampah plastik, botol dan gelas bekas air minum mineral serta sampah bungkusan snak, termasuk rumput.
Saat memungut sampah, jika ada dahan atau ranting pohon ataupun tanaman liar yang dipandang menghalangi jalan, dipangkas, bahkan ada juga yang potong.
Sampah yang dikumpulkan, diisi dalam karung plastik dan langsung diangkut dengan beberapa sepeda motor untuk dibuang ke tempat penampungan sampah yang ada di wilayah setempat.
Baca juga: Lurah Oesapa Barat Ungkap Penyebab Jalan Pulau Indah Rusak, Pengisian Air Minum Diduga Jadi Pemicu
Johan Pah, salah satu mengatakan, sesuai imbauan dari pemerintah agar di musim hujan ini warga harus menjaga lingkungan agar tetap bersih.
Menurut Johan, biasanya di musim hujan banyak sekali terjadi masalah seperti penyakit akibat lingkungan yang kurang bersih, karena itu mereka rutin membersihkan lingkungan terutama memungut sampah.
"Kami di sini ikut imbauan pemerintah sudah jaga lingkungan, apalagi di musim hujan seperti sekarang," ujarnya.
Terkait sampah yang dipungut dibuang ke mana, Johan Pah mengatakan, di sekitar wilayah itu sudah ada tempat pengolahan sampah terpadu sehingga sampah-sampah terutama sampah dari rumah tangga bisa dibawa ke tempat tersebut.
Lebih lanjut dikatakan, di wilayah RT 02 itu cukup banyak kos-kosan sehingga perlu diperhatikan soal sampah. "Sekarang ini sudah ada tempat sampah itu sehingga anak-anak kos sudah bisa buang sampah pada tempat yang tersedia," katanya.
Baca juga: Wali Kota Kupang Apresiasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Oesapa Barat
Sedangkan soal, jenis sampah yang paling banyak, Johan mengakui, untuk musim hujan ini, paling banyak yang menjadi fokus adalah rumput. "Kalau musim hujan seperti sekarang ini, paling banyak ada rumput sehingga tentu kita fokus bersihkan rumput," pungkasnya.
Daud Adu warga lainnya yang terlibat dalam kerja bakti ini mengakui, hampir setiap bulan warga setempat melakukan gotong royong membersihkan lingkungan.
"Memang hampir setiap bulan ada kerja bakti, biasanya setiap warga juga fokus menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing," ujar Daud.
Lurah Oesapa Barat, Christian E. Chamdra S.H mengapresiasi warga yang sudah peduli terhadap lingkungan dengan menjaga kebersihan.
Menurut Christian, kebersihan sudah menjadi budaya kerja yang dilakukan setiap hari oleh pemerintah kelurahan bersama masyarakat.
“Kebersihan bukan hanya soal lomba, tapi sudah menjadi pekerjaan rutin kami. Kami menyiapkan fasilitas, mengatur sistem, dan yang terpenting, menggerakkan masyarakat,” ujar Christian.
Ia juga mengatakan, total 7 RW dan 21 RT dan melayani lebih dari 14.000 penduduk di Kelurahan Oesapa Barat, sehingga persoalan sampah menjadi salah satu tantangan besar.
Salah satu solusi utama yang diambil adalah penyediaan tujuh unit kontainer sampah yang ditempatkan strategis di tengah pemukiman warga bukan di pinggir jalan umum untuk menjaga estetika kota dan mendorong partisipasi warga dalam menjaga fasilitas.
Sebelumnya juga, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo mengapresiasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) ang berlokasi di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Menurut dr. Christian Widodo, lokasi tersebut akan menjadi contoh untuk tiap kecamatan yang akan memiliki pengelolahan sampah terpadu seperti yang ada di Kelurahan Oesapa Barat. (yel)