Sosok Lansia Memilih Bertahan di Tengah Kepungan Banjir Paccerakkang
January 11, 2026 10:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hujan yang mengguyur Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tiga hari terakhir mengakibatkan banjir di beberapa lokasi, salah satunya di Perumahan Kodam III, Jl Paccerakkang, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Minggu (11/1/2026).

Pantauan wartawan tribun-timur.com, ketinggalan air di rumah warga bervariasi, mulai mata kaki, hingga setinggi paha orang dewasa.

"Dari tadi malam sebenarnya mulai (terendam) tapi subuh sudah naik begini, beberapa sudah ada mengungsi," kata warga yang dihampiri, Rudi (25).

Rudi mengatakan, sudah ada sekitar 50an rumah warga yang terendam.

Kebanyakan dari mereka mengungsi ke sekolah, dan rumah kerabat yang lebih tinggi.

"Yang dibutuhkan para pengungsi sekarang makanan," ucapnya.

Warga lainnya yang dihampiri, Nini (56), memilih bertahan di dalam rumahnya meski banjir sudah merendam setinggi paha.

Ia mengaku, tak ingin mengungsi lantaran sudah mempersiapkan diri sebelum air merendam rumahnya.

Semua perabot telah ditempatkan di atas meja yang ia rangkai sendiri dari kayu bekas.

"Sudah saya kasih naik semua, kasur, kulkas dan perabotan semua sudah saya kasih naik," ujar Nini.

Selain telah mengamankan perabotan rumah dari rendamam banjir, Nini juga mengaku sudah menyiapkan stok makanan.

"Stok makanan sudah saya siapkan semua, jadi saya masih bertahan," ucapnya menggenggam dua mie instan dan dua lilin.

Lilin itu, digunakan Nini untuk penerangan sementara lantaran listrik sementara padam.

"Infonya ada pohon tumbang daerah Daya, makanya listrik. Sebentar mungkin sudah menyala lagi," katanya dihampiri jelang magrib.

Nini tinggal sendiri di rumahnya.

Enam anaknya sudah berkeluarga dan punya rumah masing-masing.

Meski tinggal sendiri, Nini tak khawatir ketika air tiba-tiba naik di malam hari.

Pasalnya, ada alarm waspada yang ia andalkan jika air merendam hingga di atap.

"Kalau sudah mau terendam itu sana di pos, pasti bunyi alaram banjir. Nah itu baru kita tidak bisa tidur, karena pasti kasur yang sudah ditinggikan terendam juga," ucapnya.

Kawasan perumahan Kodam III ini, memang sudah menjadi langganan banjir tiap tahunnya.

Pemerintah bahkan sudah membuat pos tanggap darurat banjir di lokasi itu.

"Untuk setahun terakhir ini saja sudah tiga kali. Yang paling parah bulan dua (Februari) tahun lalu, sampai kepala, di situ baru saya mengungsi," tuturnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.