TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK -- Perbaikan jalan putus Pinogaluman-Dumoga Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara dipertanyakan oleh warga.
Jarak antaran Lolak Ibu Kota Kabupaten Bolmong ke Pinogaluman mencapai 7,7 kilometer.
Pasalnya, proyek berbandrol Rp 1,4 Milyar yang dikerjakan CV Tri Chrisma tak kunjung selesai.
Baca juga: Daftar Dana Desa 2025 Kecamatan Pinogaluman, Bolaang Mongondow Utara
Pasalnya, hingga berakhirnya tahun anggaran 2025, proyek milik Pemprov Sulut tersebut tak kunjung selesai.
Tak hanya itu, realisasi fisik dari proyek tersebut sangat jauh dari harapan.
Jalan yang harusnya selesai dibangun pada akhir 2025, kini masih jauh dari kata selesai.
Murliyanti salah seorang warga Dumoga mengaku heran.
Ia menegaskan jalur Pinogaluman-Dumoga adalah akses tercepat warga Dumoga menuju ibu kota Kabupaten yakni Lolak.
"Kami berharap perbaikannya tidak dikakukan setengah hati. Karena ini akses tercepat warga Dumoga menuju Lolak," ujarnya, Minggu 11 Januari 2026.
Dirinya juga menyoroti proyek yang tak selesai sesuai target tersebut.
"Tentunya kami kecewa, karena proyek ini harusnya selesai akhir Desember 2025 kemarin. Tapi sampai 2026 justru masih berlanjut pekerjaannya," tegasnya.
Ia meminta agar Gubernur Sulut Yulius Stevanus tak menutup mata soal banyaknya pekerjaan proyek fisik yang lambat penyelesaiannya.
"Pak Gubernur harus memberikan perhatian pada kinerjanya pejabat seperti ini," tegasnya.
"Karena kalau semua proyek terlambat, rakyat yang jadi korban," tuturnya.
Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bolmong Hendra Hamim mengatakan anggaran yang digunakan berasal dari Pemprov Sulut.
"Kalau jalur Pinogaluman-Dumoga itu kewenangan Pemprov Sulut. Jadi anggarannya darisana," ungkapnya.
"Kami hanya mengusulkan saja, semua pekerjaannya dari Pemprov Sulut," tegasnya.(NIE)