- Indonesia sering kali disebut dalam berbagai kajian sosial sebagai salah satu negara dengan tingkat fatherless (ketiadaan peran ayah) yang tinggi. Fenomena ini bukan hanya tentang ketiadaan fisik, melainkan juga tentang renggangnya peran emosional ayah dalam tumbuh kembang anak.
Melihat realita tersebut, rumah produksi Five Elements Pictures menandai langkah perdananya di industri layar lebar melalui film berjudul "Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?". Film yang diadaptasi dari buku Mega Best Seller karya Khoirul Trian ini hadir sebagai "surat cinta" sekaligus ruang refleksi bagi keluarga di Indonesia.
Validasi Perasaan Gen Z dan Milenial
Dalam acara Project Launching yang digelar hari ini (10/01/2026), film ini memposisikan diri sebagai suara bagi generasi muda yang kerap merasa memikul beban emosional sendirian.
"Film ini adalah ruang untuk memvalidasi perasaan teman-teman Gen Z dan Milenial yang lelah karena harus menjadi 'tiang' di rumah. Kami ingin mengajak kita melihat kembali pengorbanan Ayah yang sering kali tak terucap," ujar Ody Mulya dan Soemijato Muin, selaku produser dari Five Elements Pictures.
Isu fatherless ini sangat terasa melalui karakter Darin (diperankan oleh Rey Bong) dan Dira (diperankan oleh Mawar de Jongh). Mereka merepresentasikan anak-anak yang tumbuh di tengah konflik internal keluarga dan minimnya kehadiran sosok ayah sebagai penuntun jati diri.
Aktor muda Rey Bong secara terbuka mengungkapkan betapa isu ini sangat relevan dengan kehidupan pribadinya. Ia mengaku sempat memiliki hubungan yang sangat kaku dengan sang ayah sebelum terlibat dalam film ini.
"Hubungan gue sama bokap itu kayak 'karyawan dan bos'. Tiap ketemu, pasti ada hal penting atau krusial yang dibahas. Nggak pernah ada momen duduk santai tanpa tujuan," ungkap Rey Bong.
Namun, lewat peran Darin yang impulsif dan penuh kerinduan akan sosok ayah, Rey Bong justru mendapatkan hidayah untuk memperbaiki hubungannya di dunia nyata.
"Setelah syuting selesai, gue ngerasa nggak mau ngerasain apa yang Darin rasain. Akhirnya gue bisa duduk santai sama bokap, jalan sore berdua tanpa tujuan. Momen itu baru ada setelah film ini terjadi," tambahnya emosional.
Mawar de Jongh yang memerankan karakter Dira, anak perempuan pertama, menyoroti beban anak sulung yang sering kali harus dewasa sebelum waktunya.
"Banyak anak muda di luar sana yang nggak punya pilihan selain jadi kuat di tengah keluarganya. Karakter saya mewakili perasaan capek yang sering dipendam itu," tuturnya.
Meski mengangkat isu yang berat, sutradara Kuntz Agus meramu film ini dengan sentuhan humanis yang hangat. Film ini tidak bermaksud menghakimi, melainkan mengajak penonton untuk melihat perjuangan tersembunyi seorang ayah dalam menjaga kebahagiaan keluarga di tengah badai yang ia hadapi sendiri.
Salah satu kutipan kunci yang menjadi roh film ini adalah, "Kami tidak butuh ayah yang sempurna, tapi kami butuh ayah yang selalu ada."
Bekerja sama dengan IFI Sinema, A&Z Films, dan Leo Pictures, film ini bertabur bintang papan atas. Selain Mawar dan Rey Bong, film ini didukung oleh Dwi Sasono, Unique Priscilla, Baskara Mahendra, Kiara McKenna, serta Dinda Kanya Dewi.
Film "Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?" dijadwalkan akan menjadi sajian emosional yang mengharukan di bioskop-bioskop seluruh Indonesia pada momen setelah Lebaran 2026.
Film ini diharapkan mampu menjadi "pelukan" bagi para anak yang merindukan sosok ayah dan menjadi pengingat bagi para ayah untuk kembali pulang ke pelukan keluarga.