BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sebagain warga di kawasan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) masih bertahan di tengah bencana banjir yang merendam rumahnya.
Seperti Jani, warga Desa Sungaitabuk ini mengatakan rumahnya yang terletak di bantaran Sungai Martapura telah tergenang sejak sekitar dua minggu terakhir.
“Masih banjir di dalam. Sekitar rumah (air) masih sepinggang. Airnya belum ada (surut), malah lagi naik ini nah setiap hari.",” kata Jani ditemui Bpost, Minggu (11/1/2026).
Meski lantai rumahnya tergenang air, Jani dan beberapa anggota keluarganya masih bertahan di dalam rumah dan menggunakan dipan kayu untuk tidur.
“Tidak mengungsi, buat apar-apar saja. Tidur saja di atas. Sekeluarga tinggal di rumah,” ujarnya.
Untuk beraktivitas sehari-hari seperti ke pasar atau mencari bahan makanan, Jani dan keluarganya harus mengayuh perahu dari rumahnya karena tak memungkinkan menggunakan kendaraan.
Berbeda dari sebagain warga terdampak banjir yang memilih untuk berpindah tempat sementara atau mengungsi ke tempat pengungsian salah satunya di Eks Puskesmas Sungaitabuk.
Baca juga: DPD PDIP Kalsel Hadiri Rakernas, Megawati Imbau Kader Punya Empati dan Kepekaan Sosial
Baca juga: Anak Panti di Banjarmasin Tewas Tenggelam di Sungai, Pencarian M Irfan Kerahkan Penyelam
Baca juga: BPBD Sebut Banjir di Banjarmasin karena Kiriman Air dari Hulu
Di sana, selain lokasi pengungsian untuk warga tidur atau beristirahat, juga terdapat dapur umum yang dibangun pemerintah setempat untuk menyediakan makanan bagi warga terdampak banjir.
Di kawasan dapur umum juga terdapat tenda yang biasa dijadikan tempat berkumpul anak-anak dan untuk kegiatan.
Seperti pada Minggu (11/1/2026) siang, pengungsian korban banjir di Keramat Sungaitabuk kedatangan istri Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Fatma Saifullah Yusuf.
Selain menyerahkan bantuan, istri Mensos RI juga berinteraksi dan bermain dengan anak-anak korban banjir di pengungsian serta memberikan hadiah berupa mainan.
Banjir yang terjadi di Kabupaten Banjar akibat intensitas hujan tinggi dan luapan sungai menyebabkan sebagian ruas Jalan Kertak Baru hingga Jalan Martapura Lama ikut tergenang.
Pantauan Bpost, Minggu (11/1/2026), sejumlah titik jalan alternatif yang menghubungkan Martapura dan Banjarmasin itu masih tergenang banjir dengan ketinggian air bervariasi.
Bahkan di beberapa titik genangan sampai lutut orang dewasa hingga kendaraan seperti roda dua kesulitan untuk melewati banjir.
Beberapa pengendara yang takut motornya mati di ditengah genangan, mereka memilih untuk mematikan mesin dan mendorong hingga ke titik jalan yang kering.
Tidak sedikit juga pengendara sepeda motor yang nekat melewati sepanjang genangan, meskipun ada yang akhirnya mogok.
Salah seorang warga setempat, Salmah, mengatakan banjir di pemukiman warga kawasan Martapura Barat hingga Sungaitabuk di Jalan Martapura Lama sudah berlangsung sejak sekitar dua minggu terakhir.
Akibatnya, mereka yang rumahnya terendam parah terpaksa harus mengungsi atau bertahan di rumah dengan meninggikan tempat tidur. “Sudah sekitar hampir dua mingguan banjirnya,” katanya.
Salmah menjelaskan rumahnya di kawasan Sungaitabuk yang terdampak banjir sampai sekarang belum kunjung menunjukan pertanda akan segera kering.
Meski demikian, ia memilih untuk tidak mengungsi dan tetap berjualan di pinggir Jalan Martapura Lama untuk menyambung hidup. (Banjarmasinpost.co.id/rizki fadillah)