Laporan Wartawan Tribun Gayo Rasidan | Gayo Lues
TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Masyarakat di Gayo Lues masih kesulitan memperoleh gas elpiji 3 kilogram pascabanjir bandang dan tanah longsor di kabupaten setempat, Minggu (11/1/2026).
Jikapun ada, maka harga gas elpiji 3 kilogram tersebut tergolong tinggi terutama di kios-kios pengecer.
Pascabencana alam gas elpiji dijual bervariasi mulai Rp 45.000- Rp 50.000 per tabung.
Harga ini berbeda dengan di pangkalan resmi yang berkisar Rp 22.000- Rp 23.000 per tabung.
"Gas elpiji masih langka di Gayo Lues pascaterjadi longsor dan banjir bandang," kata seorang ibu rumah tangga di Blangkejeren, Sarifah.
Begitu juga diakui pedagang gorengan lain, melambungnya harga gas elpiji tersebut menyebabkan harga gorengan juga naik.
Bahkan dampak lain juga kini sangat banyak dirasakan oleh ibu rumah tangga dan kewalahan untuk mendapatkan gas elpiji subsidi tersebut.
"Kalau akses jalan dari Blangkejeren ke Kutacane Aceh Tenggara sudah lancar dan normal tentu harga barang atau kebutuhan pokok di Gayo Lues akan berangsur normal kembali.
Tetapi kendalanya akses tersebut belum normal dan lancar hingga saat ini terutama untuk roda empat dan roda enam," sebutnya. (*)
Baca juga: Wagub Aceh Dampingi Mendagri ke Gayo Lues, Tinjau Jembatan Badak dan Aih Bobo
Baca juga: BBM di Gayo Lues Belum Normal, Pengisian di SPBU Masih Dibatasi
Baca juga: Akses Jalan Antarkecamatan di Gayo Lues Masih Putus Total