Forum Petani Milenial Dorong Penguatan Brigade Pangan dan Akses Pembiayaan
January 12, 2026 09:19 AM

TRIBUN-TIMUR.COM - Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa kembali menggelar Millennial Agriculture Forum (MAF) Volume 7 Edisi 02, Sabtu (10/01/2026), sebagai bagian dari upaya penguatan regenerasi petani dan pengembangan kapasitas petani milenial.

Forum yang dilaksanakan secara daring ini diikuti sekitar 1.000 partisipan dari berbagai daerah di Indonesia, terdiri atas penyuluh pertanian, petani senior, petani milenial, serta mahasiswa pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penguatan Brigade Pangan dan kemudahan akses pembiayaan menjadi kunci menjaga keberlanjutan swasembada pangan melalui regenerasi petani.

Menurutnya, regenerasi harus dibarengi dukungan nyata berupa pendampingan, teknologi, dan permodalan agar petani milenial mampu meningkatkan skala usaha dan produktivitas.
“Tanpa dukungan konkret, regenerasi petani hanya akan menjadi wacana,” tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa Millennial Agriculture Forum merupakan salah satu instrumen strategis dalam membangun kapasitas sumber daya manusia pertanian.

“Melalui MAF, petani muda dan mahasiswa pertanian memperoleh ruang belajar, berdiskusi dengan praktisi dan pemangku kepentingan, serta memahami peran strategis mereka dalam sistem pangan nasional,” ujarnya.

Tingginya partisipasi peserta menunjukkan meningkatnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian, sekaligus menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan regenerasi petani.

Direktur Polbangtan Gowa, Detia Tri Yunandar, saat membuka kegiatan mengingatkan kembali capaian strategis sektor pertanian nasional, khususnya keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras pada Januari 2025.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk keterlibatan Brigade Pangan dalam mendorong peningkatan luas tanam dan panen.

Namun demikian, Detia menegaskan bahwa swasembada bukanlah titik akhir. Kebutuhan pangan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk menuntut Brigade Pangan untuk terus meningkatkan kinerja serta memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan lembaga keuangan, guna memperkuat modal usaha petani.

Sinergi Modal dan Pendampingan untuk Brigade Pangan

MAF Vol. 7 menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas penguatan ekosistem pertanian dari sisi pembiayaan hingga pendampingan teknis.

Jumardi, Manager Brigade Pangan Dewa Harapan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, memaparkan pengalaman pengelolaan unit usaha pertanian yang berkembang menjadi Brigade Pangan mandiri dan berkelanjutan melalui penguatan manajemen dan kerja kolektif.

Sementara itu, Arshad Habibi, Manager BRI Region 15 Makassar, menjelaskan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta komitmen BRI dalam mendukung penguatan ekonomi desa melalui perluasan akses pembiayaan, program pemberdayaan, dan dukungan sarana prasarana pertanian.

Dari sisi pendampingan, Astiani Asady, Katimker Pengelolaan Kinerja Penyuluh Provinsi Sulawesi Selatan, menekankan peran penyuluh sebagai penghubung antara inovasi teknologi, petani, dan jejaring usaha, termasuk akses ke sektor perbankan.

Diskusi yang dimoderatori Fatmawati, Dosen Polbangtan Gowa, berlangsung interaktif.

Peserta aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari persyaratan dan skema pengembalian KUR hingga strategi menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian melalui pendekatan usaha yang berorientasi pada keuntungan.

Melalui MAF Vol. 7 ini, Polbangtan Gowa berharap sinergi antara Brigade Pangan, penyuluh, dan lembaga keuangan dapat terus diperkuat untuk mendukung kemandirian petani serta menjaga keberlanjutan sistem pangan nasional.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.