TRIBUNWOW.COM - Antoine Semenyo cetak gol dalam debutnya saat Manchester City menang telak dengan skor 10-1 saat menghadapi Exeter City di putaran ketiga Piala FA.
Pertandingan Manchester City vs Exeter City digelar di Stadion Etihad, Sabtu (10/1/2026).
Dilansir TribunWow.com, hasil telak ini menjadi rekor anyar bagi Pep Guardiola sebagai kemenangan Piala FA terbesar di bawah asuhannya.
Ini juga rekor "gila" bagi Manchester City di kompetisi domestik modern.
Rekor kemenangan terbesar di Piala FA sebelum Manchester City 10-1 Exeter City adalah Preston North End mengalahkan Hyde FC 26-0 pada tahun 1884.
Skor 10-1 ini menyamai atau melampaui rekor terbesar untuk tim Premier League melawan tim kasta bawah dalam 66 tahun terakhir, sejak kemenangan serupa di era tersebut.
Baca juga: Hasil Piala FA: Manchester United Ngenes Tersingkir di Old Trafford Lawan Brighton, Arsenal Kontras
Pep Guardiola merotasi skuad dengan pemain pelapis dan muda seperti Alleyne, McAidoo, O'Reilly, serta debutan Antoine Semenyo yang cetak gol dan assist.
Sementara itu Erling Haaland bermain babak pertama tanpa gol.
Manchester City mendominasi penguasaan bola dan unggul 4-0 saat jeda meskipun hanya mencatatkan tiga tembakan tepat sasaran.
Akan tetapi Exeter City justru ngenes lantaran mencetak dua gol bunuh diri di babak pertama, padahal sudah menciptakan sejumlah peluang saat menyerang Manchester City.
Exeter City nyaris memulai pertandingan dengan gemilang saat Liam Oakes melompat lebih tinggi dari pertahanan Manchester City pada tendangan sudut awal, namun sundulannya ditepis oleh James Trafford.
Harapan mereka untuk membalikkan keadaan berakhir di sana.
Gol pembuka City tercipta pada menit ke-12 saat tim tamu gagal menghalau bola di area yang ramai, dan Alleyne, yang mengawali bulan ini dengan status pinjaman di Watford, berhasil mencetak gol.
Tim tuan rumah menggandakan keunggulan mereka 12 menit kemudian saat Rodri melepaskan tendangan keras dari jarak 25 meter, yang melesat masuk ke gawang setelah tembakan Semenyo diblok.
Itu adalah gol pertamanya sejak Mei 2024 dan suatu tonggak penting yang menandai pemulihannya dari cedera jangka panjang yang mengerikan.
Fitzwater menyundul bola dari tendangan sudut Rayan Cherki yang mengarah ke Jack Doyle-Hayes, sebelum mencetak gol bunuh diri dengan membelokkan umpan balik Tijjani Reijnders melewati Joe Whitworth.
Semenyo, yang dikabarkan pindah dari Bournemouth dengan nilai transfer £65 juta (sekitar Rp1,4 triliun), tampil menonjol usai jeda.
Ia mengirim umpan silang indah untuk Rico Lewis yang menyundul bola ke gawang, sebelum dengan tenang mencetak gol keenam Man City ke pojok kanan bawah pada menit ke-54.
Pada menit ke-71, Reijnders melepaskan tendangan memukau dari tepi kotak penalti yang melewati Whitworth, sementara Nico O'Reilly menyundul bola melengkung di atas kiper pada menit ke-79.
Baca juga: Hasil & Klasemen Liga Italia: Inter Milan, AC Milan, Napoli Gagal Raih Kemenangan, Papan Atas Sengit
Ryan McAidoo, debutan lainnya, mencetak gol kesembilan dengan umpan rendah yang mematikan dari tepi kotak penalti, sebelum pengganti George Birch menghibur Exeter City dengan gol indah ke pojok kiri atas dari jarak jauh pada menit ke-90.
Namun, tim Pep Guardiola berkata lain saat Lewis melakukan tendangan voli dari sisi kanan kotak penalti pada menit pertama waktu tambahan untuk mengakhiri pertandingan yang menegangkan.
Meskipun menang 10-1, Pep Guardiola yang menonton dari tribun, tidak terlihat terlalu terkesan dengan penampilan timnya, walau mereka menunjukkan dominasi total.
Mereka menjadi tim Liga Utama Inggris pertama yang mencetak 10+ gol di Piala FA sejak Tottenham mengalahkan Crewe Alexandra 13-2 pada Februari 1960.
Namun, semua itu berkat Semenyo, sang pemain Man City pertama yang mencetak gol dan memberikan assist pada debutnya di semua kompetisi sejak Sergio Aguero melawan Swansea City pada Agustus 2011.
Exeter berusaha keras saat mereka punya peluang untuk menyerang, mencatatkan lima tembakan dengan nilai 0,62 expected goals (xG), tetapi Man City jauh melampaui nilai 2,62 xG dari 21 tembakan mereka, mencetak gol dari semua 10 tembakan yang tepat sasaran.
Dilansir Skysports.com, Sabtu (10/01/2026), Pep Lijnders, asisten Pep Guardiola di Manchester City, dan Gary Caldwell, manajer Exeter City, memberikan reaksi pasca kemenangan 10-1 di Piala FA babak ketiga.
Asisten pelatih Manchester City, Pep Lijnders menegaskan ambisi The Citizens meraih lebih banyak final musim ini.
Ia menyebut tim sedang dalam perjalanan bagus di semifinal Piala Liga, Piala FA, dan Liga Champions.
Pep Lijnders menekankan fokus Guardiola pada pengembangan tim melalui kerja keras tanpa meremehkan lawan, sambil memuji adaptasi cepat Antoine Semenyo yang rendah hati, energik, dan cocok dengan gaya bermain Manchester City.
"Kami ingin mencapai final musim ini dan kami sedang menuju ke sana. Kami akan bermain di semifinal Piala Liga," ucapnya.
"Kami akan terus melaju di Piala FA dan menempati posisi terbaik di Liga Champions. Kami ingin terus berkembang."
"Tapi bagi kami, yang paling penting, kami harus terus berkembang, bekerja keras, dan melangkah lebih jauh sebagai tim. Sebagaimana seperti yang selalu dikatakan Pep."
"Untuk itu, kami harus terus bekerja keras dan tidak menganggap remeh apa pun. Dengan ini, kami akan berkembang dan mengambil langkah berikutnya.
"Menurut saya, ada banyak penampilan bagus hari ini. Ketika tim bermain seperti itu, akan lebih mudah bagi individu, tapi Antoine bisa beradaptasi dengan baik."
"Dia orang yang rendah hati. Dia menghadirkan sesuatu yang sangat kami inginkan dan kami butuhkan di lini depan."
"Dia bisa menyerang dengan cepat, selalu mengejar, dan tidak pernah berhenti. Dia bisa beradaptasi dengan cepat dengan gaya bermain kami.”
Di sisi lain, pelatih Exeter City, Gary Caldwell menerima kekalahan ini sebagai pelajaran berharga.
Ia menyebut Manchester City melakukan apa yang seharusnya dilakukan tim besar dengan mendominasi sepenuhnya permainan.
Gary Caldwell menghargai rasa hormat Manchester City melalui skuad terbaik meski rotasi, dan menegaskan kekalahan ini tidak akan menentukan musim Exeter yang fokus pada liga.
"Jika peluang di awal pertandingan yang diciptakan Liam Oakes berhasil, lawan mungkin akan kesal dan mencetak lebih banyak gol," ucapnya.
"Pertandingan ini menjadi pelajaran bahwa ketika salah satu manajer terbaik sepanjang masa perlu meraih kemenangan, dia memilih tim untuk memenangkannya."
"Rasa hormat yang mereka tunjukkan luar biasa, mereka melakukan hal yang seharusnya dilakukan Man City kepada kami.
"Pengalaman ini juga menyadarkan kami, tapi performa kami musim ini bukan ditentukan oleh ini. Performa kami akan ditentukan oleh sisa pertandingan liga."
Berikut ini adalah nama-nama pemain yang mencetak gol selama pertandingan Manchester City vs Exeter City di Piala FA, Sabtu (10/01/2026).
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Alifazahra Avrilya Noorahma)